Tuesday, 30 November 2021

Puding Cokelat Putih


 Bikin camilan yang gampang n simpel yuk, 

Puding Cokelat Putih namanya.

Bahan puding putih :

  • 1/2 Bks agar-agar plain (4 gr)
  • 725 ml air 125 ml SKM putih
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 sdt nutrijel plain

 

Bahan puding cokelat :

  • 1/2 Bks agar-agar plain (4 gr)
  • 725 ml air
  • 125 ml SKM cokelat
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 sdt nutrijel plain

 

Cara membuat puding putih:

  1. Aduk semua bahan sampai tercampur rata
  2. lalu didihkan sambil terus diaduk perlahan.
  3. Matikan api
  4. Siapkan cetakan sesuai selera
  5. Tuang adonan putih sampai setengah tinggi cetakan
  6. Sisihkan hingga setengah set.
  7. Sementara itu kita buat puding cokelatnya.

 

Cara membuat puding cokelat :

  1. Aduk semua bahan sampai tercampur rata
  2. lalu didihkan sambil terus diaduk perlahan.
  3. Matikan api
  4. Siapkan adonan putih yang sudah setengah set
  5. Tuang adonan cokelat di atasnya
  6. Sisihkan hingga benar-benar set.
  7. Sajikan dingin lebih nikmat.

Untuk video pembuatan silakan klik link Puding Cokelat Putih

Wednesday, 24 November 2021

Ketika Anak Belajar Mengenal Lingkungan Sekitarnya

 Tulisan ini dimuat di Harian Surya, tanggal 31 Oktober 2018.

Berikut saya tuliskan lagi artikelnya.



Siapa bilang anak-anak belum mampu mengenal lingkungan sekitarnya? Mereka bisa diarahkan untuk itu, lho.

Selama ini kita terbiasa dengan melindungi anak-anak. Tidak bisa dipungkiri, karena mereka adalah harta yang paling berharga bagi orang tuanya. Namun ketika orang tua tidak bisa mendampinginya, anak-anak harus bisa menjaga dirinya sendiri.

Salah satu cara untuk menjaga diri sendiri adalah dengan mengenali lingkungan sekitarnya. Setelah kenal dengan lingkungan sekitar, diharapkan kepekaan akan tumbuh di diri mereka.

Seperti yang diajarkan di Little Hands School Kota Madiun pada minggu ketiga Bulan Oktober 2018. Murid TK A dan TK B diajak jalan kaki keliling komplek sekitar sekolahan didampingi Farida Hariyanti sebagai guru kelasnya.

Tidak hanya sekedar berkeliling, namun anak-anak tersebut harus mengamati apa saja yang ada di sekitarnya lalu menggambarkan di kertas yang mereka bawa. Objek pengamatannya sangat sederhana yaitu benda, hewan, maupun pohon yang mereka temui selama waktu pengamatan.

            Anak-anak sangat menikmati kegiatan ini. Selain sebagai refreshing belajar di luar kelas, mereka juga asyik mengamati lingkungan sekitarnya. Bahkan proses diskusi kecil juga terjadi di sini. Ketika ada hewan yang tidak mereka ketahui namanya, mereka akan menanyakan ke guru kelas. Begitu pula ketika ada perbedaan pendapat antar murid. Mereka akan terus berdiskusi hingga menemukan jawaban yang benar.

            Semua itu adalah proses yang akan dialami mereka ketika dewasa kelak. Saat ini mereka cukup dikenalkan sesuai usianya. Dan ternyata mereka bisa menjalankan perintah dengan baik.

            Terbukti dengan gambar yang mereka serahkan kembali kepada guru kelasnya. Isi gambar mereka adalah pagar rumah, pohon manga, kucing, dan burung sesuai apa yang telah mereka temui. Tentu saja dengan kemampuan menggambar masing-masing anak.

            Jadi, sebagai orangtua kita bisa mulai mengajarkan kepekaan terhadap anak-anak. Tentu saja dengan cara sederhana yang sesuai dengan usia anak.

Monday, 22 November 2021

Air Terjun Ngadiloyo, Sarangan, Magetan (7 November 2021)

 


Siapa sih yang gak kenal dengan Telaga Sarangan? Salah satu objek wisata legendaris di Kabupaten Magetan. Namun, tahukah kalian bahwa ada sebuah air terjun cantik yang bersembunyi dibalik ketenaran Telaga Sarangan? Namanya Air Terjun Ngadiloyo atau dikenal juga dengab Air Terjun Tirta Sari.

Loket dan gerbang masuk air terjun Ngadiloyo berada di belakang patung pesawat yang ada di sekitar Telaga Sarangan. Hanya dengan membayar Rp.7.000,-/orang kita bisa menikmati air terjun Ngadiloyo tentu saja dengan semua usaha yang harus dikerahkan. Harga tiket tersebut terdiri dari kawasan wisata air terjun seharga Rp. 5.000,-/org, jalan masuk air terjun dan jalan kawasan Ngluweng masing-masing sebesar Rp. 1.000,-/org. 


Dari gerbang loket, semua kendaraan baik roda dua maupun roda empat masih bisa masuk hingga kurang lebih sejauh 500 meter dengan jalan yang naik turun dan berkelok – kelok tajam. Setelah 500 meter, sampailah kita di lokasi penitipan kendaraan yang sudah disiapkan oleh warga setempat. Sepeda motor yang dititipkan dibandrol dengan harga Rp. 3.000,-.

Nah, selepas dari tempat penitipan kendaraan mulailah petualangan dimulai dengan berjalan kaki. Awalnya medan yang harus dilalui bisa dibilang mudah. Jalan setapak yang sudah kokoh, landai dan terdapat dua lokasi toilet dan musholla yang bisa digunakan untuk istirahat sejenak. Dengan berjalan santai dan bercerita ringan, kita bisa menikmati sejuknya udara dan lahan pertanian warga sekitar.

Hingga kurang lebih sekitar 500 meter berjalan, sampailah kita di Bendungan Ngluweng. Asllan mengira itu adalah lokasi air terjunnya. Namun, setelah bertanya kepada penduduk sekitar yang kebetulan berpapasan, dijelaskan bahwa lokasi air terjun masih sekitar 500 meter lagi dengan jalan yang sangat terjal. Mendengar penjelasan itu, kami langsung memberi semangat kepada Asllan untuk tetap melanjutkan perjalanan. 


Benar saja, selepas dari Bendungan Ngluweng, jalan yang harus dilalui sangat terjal. Kami tidak memaksakan diri untuk berjalan cepat. Kami justru bercanda dan main tebak – tebakan siapa yang akan tertinggal. Hehehehe… tentu saja saya yang tertinggal dibandingkan Asllan dan ayahnya.

Tapi eh tapi…. Baru 100 meter setelah tanjakan pertama, Asllan sudah minta istirahat. Sedangkan saya tetap berjalan pelan dan pasti hingga bisa mendahului Asllan dan ayahnya. Hehehehe… Bunda bisa mengalahkan mereka. Kejadian itu melejitkan semangat bagi Asllan karena dia tidak mau kalah dari bundanya.

Saya sampaikan padanya, bahwa jalan menanjak itu membutuhkan tenaga lebih, sehingga tidak perlu berlomba. Lebih baik jalan pelan sambil mengatur nafas agar tetap teratur dan tidak terengah-engah. Istirahat sesaat boleh saja, sambil menikmati pemandangan dan berfoto tentu saja. 

Dengan semua cerita perjalanan kami yang mana antara saya, Asllan dan ayahnya silih berganti istirahat demi mencapai air terjun, akhirnya sampailah kami di Air Terjun Ngadiloyo. Suhu yang dingin menjadikan air di air terjun ini semakin dingin. Setelah puas berfoto, kami mengisi perut untuk tenaga perjalanan pulang dengan sate ayam dan sate kelinci serta teh panas. 


Hemmmm, ternyata perjuangan untuk mencapai air terjun Ngadiloyo sungguh sebanding dengan keindahan yang dipancarkan dari Air terjun setinggi 50 meter ini. Menjadikannya salah satu sisi lain dari Telaga Sarangan yang patut dikunjungi.

Tuesday, 9 November 2021

Spaghetti Brulee

 Lagi pengen nyoba makan spaghetti dengan resep yang berbeda. Biasanya cuma simpel aja, spaghetti saos Bolognese aja. Sekarang nyobain spaghetti brulee yang ternyata enaaaakkkkk….yuk, cek langsung resepnya…


SPAGHETTI BRULEE

BAHAN :

  • 200 gr spaghetti
  • 250 gr saus Bolognese
  • 400 ml air
  • 5 sdm saus tomat atau saus sambal
  • 3 buah sosis, dicincang
  • 5 siung bawang putih, dicincang
  • 1 sdt garam
  • 2 sdm gula pasir
  • 2 sdt oregano
  • 1 sdm minyak goreng

 

SAUS BECHAMEL

BAHAN

  • 300 ml UHT
  • 2 sdm terigu
  • 160 gr keju diparut
  • 2 siung bawang putih, dicincang
  • 2 sdm margarin
  • 1 sdt kaldu bubuk
  • ½ sdt mrica bubuk

 

Untuk video lengkap cara membuat bisa klik di sini

CARA MEMBUAT

  1. Rebus air dan minyak goreng hingga mendidih
  2. Masukkan spaghetti lalu rebus hingga setengah matang. Angkat dan tiriskan
  3. Tumis bawang putih hingga harum
  4. Masukkan spaghetti yang sudah setengah matang
  5. Masukkan saus Bolognese, saus tomat/saus sambal, sosis. Aduk rata
  6. Tambahkan garam, gula pasir dan oregano lalu aduk rata dan matikan api
  7. Angkat dan sisihkan
  8. Masukkan spaghetti ke dalam cetakan tahan panas
  9. Tuang saus b├ęchamel di atasnya, lalu taburi dengan oregano
  10. Oven pada suhu 180 derajat celcius selama kurang lebih 20 menit


Cara membuat saus b├ęchamel

  1. Larutkan terigu ke dalam UHT, aduk rata dan sisihkan
  2. Panasakan margarin hingga leleh
  3. Tumis bawang putih hingga harum
  4. Masukkan larutan UHT & terigu, juga keju parut, lalu kecilkan api
  5. Tambahkan kaldu bubuk dan merica bubuk, aduk rata
  6. Panaskan hingga tercapai kekentalan sesuai selera

Nah, selamat mencoba....

1.