Thursday, 23 December 2021

Cerita Tentang Bufi

        Bufi adalah salah kucing yang memang saya inginkan. Kucing yang berwarna hitam pekat. Dia saya peroleh dari sekitar rumah kontrakan dulu. Seneng banget ketika bisa memiliki Bufi. Badannya besar, gagah, dan jantan. Memang sudah terlihat tua karena ada bulu yang berwarna merah alias sudah tidak hitam pekat lagi.



Bufi nyampai di rumah sekitar semester 2 tahun 2020. Sekitar setelah Bulan Juni dan sebelum Bulan Oktober 2020. Dia adalah kucing yang gak neko-neko. Suaranya cenderung kecil dibandingkan dengan kucing yang lain.

Melihat kondisinya, sepertinya Bufi adalah kucing yang pernah dipelihara, karena dia tidak takut dengan orang. Hanya saja bulunya sangat kotor. Pada bagian punggung seperti ada ketombe di kulitnya. Setelah tenang berada di rumah, kemudian Bufi dimandikan. Lucunya bulunya terlihat kriwil ketika basah. Selain itu memang bodynya terlihat gagah. Namun, Bufi terlihat malas untuk menjilati bulunya setelah mandi, tidak seperti kucing lainnya. Setelah tiga kali dimandikan, kulit dan bulu Bufi terlihat lebih lembut dan bersih. Makin gantenglah dia…



Ada tingkah Bufi yang menjadi ciri khasnya. Yaitu duduk bersandar di dinding kandangnya layaknya orang pada umunya. Terkadang sambil jilatin perutnya, bahkan pernah juga sampai tertidur dengan posisi yang belum berubah.

Namun semua kondisi tersebut telah berubah. Bermula sejak tanggal 11 Desember 2021, Bufi mulai bersin-bersin. Awalnya dikira Bufi akan terserang flu, karena kucing yang lain sudah sembuh dari Flu yang menyerang. Bufi mulai senang tidur di litter boxnya, dan nafsu makannya berkurang. Bahkan tidak mau makan sama sekali. Dia juga muntah yang berbentuk buih dan berwarna putih kuning. Agak panik karena teringat panleukopenia yang menghantui. Maka dibawalah Bufi ke dokter hewan langganan (pada tanggal 13 Desember 2021).

Dokter memeriksa kondisi Bufi setelah mendengar penjelasan tentang kondisi Bufi. Ternyata kandung kemihnya penuh dengan urine. Kemungkinan Bufi tidak bisa BAK sehingga perutnya tidak nyaman karena kandung kemihnya penuh. Perut yang tidak nyaman itulah yang menjadi penyebab menurunnya nafsu makan Bufi. Hal itu membuat asam lambungnya meningkat dan muntah.

Penanganannya adalah mengosongkan kandung kemih dengan cara pasang kateter dan harus rawat inap. Malam yang sama saya mendapat kabar dari dokter bahwa hasil dari pengeluaran urine via kateter adalah terdapat darah pada urinenya atau diagnosanya adalah FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) atau gangguan saluran kencing bagian bawah.

Bufi manjalani rawat inap selama tiga hari dua malam. Kemudian dilanjut dengan perawatan di rumah antara lain ganti pakan yang khusus urinary itupun pakan yang wetfood. Makan pertama di rumah (setelah pulang dari opname), dia masih mau makan sendiri. Hal itu merupakan perkembangan yang bagus dong. Namun ternyata keesokan harinya Bufi tidak mau makan sendiri, harus menggunakan spet untuk memasukkan makanan ke mulutnya. Di samping itu dia sudah bisa BAK dengan lancar. Hanya saja daerah sekitar kemaluannya menjadi basah terus menerus karena Bufi tidak menjilatinya. Harus dikeringkan pake tisu, meski tidak akan sekering ketika dijilati oleh Bufi.

Hingga akhirnya satu minggu kemudian Bufi tidak bisa mengontrol BAK. Dia BAK tidak di litterbox tp di sembarang tempat seperti mengompol. Selain itu aera kemaluannya mulai muncul decubitus. Setelah dibawa ke dokter, penjelasannya adalah perkembangan yang bagus. Hanya saja harus memperhatikan decubitusnya agar tidak merembet dan bertambah lebar. Dianjurkan untuk diberi bedak Mycorine yang dibeli di apotek dan juga salep dari dokter hewan tersebut. Pulang dari dokter, saya langsung beli bedak baru kemudian pulang. Selama perjalanan Bufi sudah mulai mengeong. Senang rasanya mendengar suaranya lagi. Pukul 22.30 di area kemaluannya yang terkena decubitus ditaburi bedak yang sudah dibeli.



Namun hari ini, Kamis 23 Desember 2021 Bufi sudah sembuh. Dia tidak sakit lagi. Pada saat akan diberi makan dia sudah tidak bergerak di dalam kandangnya. Ya, Bufi telah pergi dan sudah tidak merasakan sakit lagi.

 

Makasih Bufi

Engkau telah hadir di rumah sebagai salah satu kucing keinginan Bunda

Maafin kami yang belum bisa memberikan yang terbaik untukmu

Selamat jalan Bufi….

Tuesday, 21 December 2021

Tidur Yang Terjaga Dalam Yoga

 *tulisan ini dimuat di Harian Surya, tanggal 21 Oktober 2021



             Siapa yang tidak mengenal Yoga? Olahraga yang semakin meroket beberapa waktu belakangan. Yoga digemari oleh kalangan luas mulai anak-anak, hingga dewasa bahkan lansia karena manfaatnya yang banyak. Beberapa manfaat dari yoga antara lain : merilekskan badan, meningkatkan konsentrasi, dan memperbaiki postur tubuh. Yang lebih menyenangkan lagi adalah yoga bisa dilakukan secara indoor maupun outdoor tergantung kebutuhan.

            Sanggar Yoga Lotus Madiun yang beralamatkan di Jalan Salak Barat II kota Madiun telah mengadakan kegiatan Yoga Outdoor di Syam Resto Caping Gunung, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun pada hari Minggu, 10 Oktober 2021. Kegiatan ini diikuti oleh anggota sanggar sejumlah 40 orang. Instruktur pada kesempatan kali ini adalah Lisa Anggraini (sekaligus owner sanggar) dan Media.

            Kegiatan yoga outdoor dilaksanakan selama 120 menit mulai pukul 07.00 WIB. Diawali dengan Yoga Asthanga oleh Media sebagai instruktur. Yoga Asthanga ini dilakukan tanpa jeda dengan gerakan yang bisa membuat tubuh berkeringat. Beberapa gerakan pada sesi ini adalah warior satu dan dua, juga gerakan cobra.

            Setelah Yoga Asthanga selesai, sesi berikutnya adalah Yoga Nidra oleh Lisa Anggraini sebagai instruktur. Yoga Nidra adalah relaksasi mendalam atau kondisi tidur yang tetap sadar. Jadi gerakan pada sesi ini dilakukan sepenuhnya dengan posisi terlentang seperti orang tidur. Urutan Yoga Nidra dimulai dari mengatur nafas, dan membiarkan nafas berjalan dengan sendirinya. Kemudian dilanjutkan dengan rotasi kesadaran seluruh anggota tubuh, dan visualisasi.

            Meskipun disebut dengan kondisi tidur yang tetap sadar, namun ada peserta yang tertidur pulas bahkan mendengkur halus pada sesi Yoga Nidra. Menurut Lisa, hal itu disebabkan oleh tubuh yang menjadi rileks mendalam baik secara fisik maupun pikiran.

Diharapkan setelah selesai melakukan yoga, tubuh menjadi lebih bugar dan lebih fresh. Ditambah dengan dress code warna pink yang dipilih pada kesempatan kali ini yang membuat peserta yoga outdoor lebih ceria.   


Tuesday, 30 November 2021

Puding Cokelat Putih


 Bikin camilan yang gampang n simpel yuk, 

Puding Cokelat Putih namanya.

Bahan puding putih :

  • 1/2 Bks agar-agar plain (4 gr)
  • 725 ml air 125 ml SKM putih
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 sdt nutrijel plain

 

Bahan puding cokelat :

  • 1/2 Bks agar-agar plain (4 gr)
  • 725 ml air
  • 125 ml SKM cokelat
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 sdt nutrijel plain

 

Cara membuat puding putih:

  1. Aduk semua bahan sampai tercampur rata
  2. lalu didihkan sambil terus diaduk perlahan.
  3. Matikan api
  4. Siapkan cetakan sesuai selera
  5. Tuang adonan putih sampai setengah tinggi cetakan
  6. Sisihkan hingga setengah set.
  7. Sementara itu kita buat puding cokelatnya.

 

Cara membuat puding cokelat :

  1. Aduk semua bahan sampai tercampur rata
  2. lalu didihkan sambil terus diaduk perlahan.
  3. Matikan api
  4. Siapkan adonan putih yang sudah setengah set
  5. Tuang adonan cokelat di atasnya
  6. Sisihkan hingga benar-benar set.
  7. Sajikan dingin lebih nikmat.

Untuk video pembuatan silakan klik link Puding Cokelat Putih

Wednesday, 24 November 2021

Ketika Anak Belajar Mengenal Lingkungan Sekitarnya

 Tulisan ini dimuat di Harian Surya, tanggal 31 Oktober 2018.

Berikut saya tuliskan lagi artikelnya.



Siapa bilang anak-anak belum mampu mengenal lingkungan sekitarnya? Mereka bisa diarahkan untuk itu, lho.

Selama ini kita terbiasa dengan melindungi anak-anak. Tidak bisa dipungkiri, karena mereka adalah harta yang paling berharga bagi orang tuanya. Namun ketika orang tua tidak bisa mendampinginya, anak-anak harus bisa menjaga dirinya sendiri.

Salah satu cara untuk menjaga diri sendiri adalah dengan mengenali lingkungan sekitarnya. Setelah kenal dengan lingkungan sekitar, diharapkan kepekaan akan tumbuh di diri mereka.

Seperti yang diajarkan di Little Hands School Kota Madiun pada minggu ketiga Bulan Oktober 2018. Murid TK A dan TK B diajak jalan kaki keliling komplek sekitar sekolahan didampingi Farida Hariyanti sebagai guru kelasnya.

Tidak hanya sekedar berkeliling, namun anak-anak tersebut harus mengamati apa saja yang ada di sekitarnya lalu menggambarkan di kertas yang mereka bawa. Objek pengamatannya sangat sederhana yaitu benda, hewan, maupun pohon yang mereka temui selama waktu pengamatan.

            Anak-anak sangat menikmati kegiatan ini. Selain sebagai refreshing belajar di luar kelas, mereka juga asyik mengamati lingkungan sekitarnya. Bahkan proses diskusi kecil juga terjadi di sini. Ketika ada hewan yang tidak mereka ketahui namanya, mereka akan menanyakan ke guru kelas. Begitu pula ketika ada perbedaan pendapat antar murid. Mereka akan terus berdiskusi hingga menemukan jawaban yang benar.

            Semua itu adalah proses yang akan dialami mereka ketika dewasa kelak. Saat ini mereka cukup dikenalkan sesuai usianya. Dan ternyata mereka bisa menjalankan perintah dengan baik.

            Terbukti dengan gambar yang mereka serahkan kembali kepada guru kelasnya. Isi gambar mereka adalah pagar rumah, pohon manga, kucing, dan burung sesuai apa yang telah mereka temui. Tentu saja dengan kemampuan menggambar masing-masing anak.

            Jadi, sebagai orangtua kita bisa mulai mengajarkan kepekaan terhadap anak-anak. Tentu saja dengan cara sederhana yang sesuai dengan usia anak.

Monday, 22 November 2021

Air Terjun Ngadiloyo, Sarangan, Magetan (7 November 2021)

 


Siapa sih yang gak kenal dengan Telaga Sarangan? Salah satu objek wisata legendaris di Kabupaten Magetan. Namun, tahukah kalian bahwa ada sebuah air terjun cantik yang bersembunyi dibalik ketenaran Telaga Sarangan? Namanya Air Terjun Ngadiloyo atau dikenal juga dengab Air Terjun Tirta Sari.

Loket dan gerbang masuk air terjun Ngadiloyo berada di belakang patung pesawat yang ada di sekitar Telaga Sarangan. Hanya dengan membayar Rp.7.000,-/orang kita bisa menikmati air terjun Ngadiloyo tentu saja dengan semua usaha yang harus dikerahkan. Harga tiket tersebut terdiri dari kawasan wisata air terjun seharga Rp. 5.000,-/org, jalan masuk air terjun dan jalan kawasan Ngluweng masing-masing sebesar Rp. 1.000,-/org. 


Dari gerbang loket, semua kendaraan baik roda dua maupun roda empat masih bisa masuk hingga kurang lebih sejauh 500 meter dengan jalan yang naik turun dan berkelok – kelok tajam. Setelah 500 meter, sampailah kita di lokasi penitipan kendaraan yang sudah disiapkan oleh warga setempat. Sepeda motor yang dititipkan dibandrol dengan harga Rp. 3.000,-.

Nah, selepas dari tempat penitipan kendaraan mulailah petualangan dimulai dengan berjalan kaki. Awalnya medan yang harus dilalui bisa dibilang mudah. Jalan setapak yang sudah kokoh, landai dan terdapat dua lokasi toilet dan musholla yang bisa digunakan untuk istirahat sejenak. Dengan berjalan santai dan bercerita ringan, kita bisa menikmati sejuknya udara dan lahan pertanian warga sekitar.

Hingga kurang lebih sekitar 500 meter berjalan, sampailah kita di Bendungan Ngluweng. Asllan mengira itu adalah lokasi air terjunnya. Namun, setelah bertanya kepada penduduk sekitar yang kebetulan berpapasan, dijelaskan bahwa lokasi air terjun masih sekitar 500 meter lagi dengan jalan yang sangat terjal. Mendengar penjelasan itu, kami langsung memberi semangat kepada Asllan untuk tetap melanjutkan perjalanan. 


Benar saja, selepas dari Bendungan Ngluweng, jalan yang harus dilalui sangat terjal. Kami tidak memaksakan diri untuk berjalan cepat. Kami justru bercanda dan main tebak – tebakan siapa yang akan tertinggal. Hehehehe… tentu saja saya yang tertinggal dibandingkan Asllan dan ayahnya.

Tapi eh tapi…. Baru 100 meter setelah tanjakan pertama, Asllan sudah minta istirahat. Sedangkan saya tetap berjalan pelan dan pasti hingga bisa mendahului Asllan dan ayahnya. Hehehehe… Bunda bisa mengalahkan mereka. Kejadian itu melejitkan semangat bagi Asllan karena dia tidak mau kalah dari bundanya.

Saya sampaikan padanya, bahwa jalan menanjak itu membutuhkan tenaga lebih, sehingga tidak perlu berlomba. Lebih baik jalan pelan sambil mengatur nafas agar tetap teratur dan tidak terengah-engah. Istirahat sesaat boleh saja, sambil menikmati pemandangan dan berfoto tentu saja. 

Dengan semua cerita perjalanan kami yang mana antara saya, Asllan dan ayahnya silih berganti istirahat demi mencapai air terjun, akhirnya sampailah kami di Air Terjun Ngadiloyo. Suhu yang dingin menjadikan air di air terjun ini semakin dingin. Setelah puas berfoto, kami mengisi perut untuk tenaga perjalanan pulang dengan sate ayam dan sate kelinci serta teh panas. 


Hemmmm, ternyata perjuangan untuk mencapai air terjun Ngadiloyo sungguh sebanding dengan keindahan yang dipancarkan dari Air terjun setinggi 50 meter ini. Menjadikannya salah satu sisi lain dari Telaga Sarangan yang patut dikunjungi.

Tuesday, 9 November 2021

Spaghetti Brulee

 Lagi pengen nyoba makan spaghetti dengan resep yang berbeda. Biasanya cuma simpel aja, spaghetti saos Bolognese aja. Sekarang nyobain spaghetti brulee yang ternyata enaaaakkkkk….yuk, cek langsung resepnya…


SPAGHETTI BRULEE

BAHAN :

  • 200 gr spaghetti
  • 250 gr saus Bolognese
  • 400 ml air
  • 5 sdm saus tomat atau saus sambal
  • 3 buah sosis, dicincang
  • 5 siung bawang putih, dicincang
  • 1 sdt garam
  • 2 sdm gula pasir
  • 2 sdt oregano
  • 1 sdm minyak goreng

 

SAUS BECHAMEL

BAHAN

  • 300 ml UHT
  • 2 sdm terigu
  • 160 gr keju diparut
  • 2 siung bawang putih, dicincang
  • 2 sdm margarin
  • 1 sdt kaldu bubuk
  • ½ sdt mrica bubuk

 

Untuk video lengkap cara membuat bisa klik di sini

CARA MEMBUAT

  1. Rebus air dan minyak goreng hingga mendidih
  2. Masukkan spaghetti lalu rebus hingga setengah matang. Angkat dan tiriskan
  3. Tumis bawang putih hingga harum
  4. Masukkan spaghetti yang sudah setengah matang
  5. Masukkan saus Bolognese, saus tomat/saus sambal, sosis. Aduk rata
  6. Tambahkan garam, gula pasir dan oregano lalu aduk rata dan matikan api
  7. Angkat dan sisihkan
  8. Masukkan spaghetti ke dalam cetakan tahan panas
  9. Tuang saus b├ęchamel di atasnya, lalu taburi dengan oregano
  10. Oven pada suhu 180 derajat celcius selama kurang lebih 20 menit


Cara membuat saus b├ęchamel

  1. Larutkan terigu ke dalam UHT, aduk rata dan sisihkan
  2. Panasakan margarin hingga leleh
  3. Tumis bawang putih hingga harum
  4. Masukkan larutan UHT & terigu, juga keju parut, lalu kecilkan api
  5. Tambahkan kaldu bubuk dan merica bubuk, aduk rata
  6. Panaskan hingga tercapai kekentalan sesuai selera

Nah, selamat mencoba....

1.       

Monday, 26 April 2021

Nastar Lumer Kinclong

Nastar ini adalah kue kering yang klasik dan selalu ada sejak saya kecil. Tentu saja dengan variasi bentuk dan isian yang bermacam-macam. Mulai dari bentuk keranjang, daun, bulat bahkan berbentuk aneka buah. Nah, saya masih penasaran untuk nastar yang berbentuk bulat dengan olesan yang kinclong, sampai seakan-akan bisa untuk ngaca….hehehehe...

Akhirnya setelah percobaan yang kesekian kali, saya bisa berhasil membuat nastar bulat yang kinclong dan lumer ketika masuk mulut. Endulitaaa banget deh….

NASTAR LUMER KINCLONG

Bahan :

350 gr terigu protein sedang

50 gr gula halus

2 sdm susu bubuk

2 kuning telur

125 gr butter

125 gr margarin

 

Bahan olesan :

1 kuning telur

1 sdm minyak goreng

1 sdt kental manis putih

 

Cara membuat :

  • Butter, margarin, kuning telur dan gula halus dimixer sebentar asal rata.
  • Tambahkan terigu dan susu bubuk dengan cara diayak. Lalu aduk menggunakan spatula
  • Lanjutkan dengan mengulen adonan menggunakan tangan hingga kalis
  • Timbang adonan menjadi 8 gr, lalu bulatkan dan beri isian sesuai selera
  • Susun adonan yang sudah diberi isian di loyang kue kering yang sudah dioles margarin
  • Oven selama 30-45 menit dengan suhu 140 derajat celcius (sesuaikan dengan oven masing-masing)
  • Matikan api, biarkan nastar di dalam oven hingga dingin.

 

Cara membuat olesan :

  • Campur semua bahan lalu aduk menggunakan garpu hingga rata
  • Oleskan pada nastar yang sudah benar-benar dingin
  • Angin-anginkan hingga setengah kering, lalu oles kembali (olesan kedua)
  • Angin-anginkan kembali hingga olesan kedua setengah kering. Lalu oles kembali (olesan ketiga)
  • Oven pada suhu 100 derajat celcius maksimal 5 menit.
Untuk lebih jelasnya bisa lihat video di bawah ini 
nastar

Monday, 1 March 2021

Bubur Mutiara

Bubur mutiara ini adalah makanan yang sudah ada sejak jaman dahulu kala. sayang inget sering dibuatkan bubur ini oleh almrh nenek ketika saya masih kecil. kami menyebutnya "jenang monte".

Nah, sekarang jadi penasaran gimana cara membuatnya jadi bisa makan kapan aja ketika pengen.

Ini dia resepnya, bubur mutiara metode 5-30-7. Metode yang diperkenalkan oleh Fb: Fah Umi Yasmin yang bisa mengurangi pemakaian kompor gas. sehingga irit gas, irit waktu dengan hasil yang cantik.

Bahan :

  • 100 gr sagu mutiara
  • 600 ml air
  • 6 sdm gula pasir
  • Sejumput garam
  • Sejumput vanili

 

Cara membuat :

  • Rebus air dan vanili hingga mendidih
  • Tambahkan sagu mutiara, aduk sebentar lalu masak dalam panci tertutup selama 5 menit
  • Matikan api, diamkan dalam panci tertutup selama 30 menit
  • Buka tutup panci, lalu tambahkan gula dan garam. Aduk rata
  • Masak di atas kompor dengan api kecil selama 7 menit dalam panci tertutup.
  • Matikan api, diamkan dalam panci tertutup sampai sagu mutiara tidak ada yang putih
  • Sajikan dengan kuah santan

 

Untuk cara pembuatan yang lebih jelas bisa klik video di bawah ini.

Bubur Mutiara


Catatan :

Yang dimaksud dengan metode 5-30-7 adalah 5 menit dimasak, 30 menit didiamkan, lalu 7 menit dimasak lagi. Sehingga total nyalain kompor hanya 12 menit saja.

Selamat mencoba!


Saturday, 30 January 2021

Bubur sumsum

Siapa yang gak kenal dengan bubur sumsum? Makanan tradisional yang sudah nasional. Bubur yang gurih, lembut, dipadukan dengan kuah manis dari gula merah menjadikannya sebagai kudapan favorit. Ternyata membuatnya sangat gampang. Ini resepnya


Bubur sumsum lembut

Bahan :

100 gr tepung beras

1 liter santan

1,5 sdt garam

Sejumput vanili

 

Cara membuat :

  • Tepung beras, garam, dan vanili dilarutkan dengan sedikit santan
  • Aduk rata hingga tidak ada yang bergerindil
  • Masak di atas api sambil terus diaduk hingga matang dan meletup-letup
  • Setelah meletup-letup teruskan aduk selama 5 menit baru matikan kompor
  • Bubur sumsum siap dihidangkan.

 

untuk lebih jelasnya, silakan klik link berikut ini (video cara membuat bubur sumsum) 

bubur sumsum

Selamat mencoba!

Saturday, 23 January 2021

Menanamkan Rasa Syukur dan Empati Pada Anak

     Sebagai orangtua, pastinya kita menginginkan anak memiliki rasa peduli terhadap sekitarnya, bukan? Rasa peduli itu dapat diwujudkan dalam rasa syukur dan empati. Nah, postingan kali ini saya akan bercerita bagaimana cara menanamkan rasa tersebut pada diri Asllan.

    Asllan sekarang sudah umur delapan tahun, kelas 2 SD. Sudah saatnya dia memiliki rasa peduli terhadap sekitarnya. Secara, sekarang ini rasa peduli tersebut mulai luntur pada zaman yang serba digital. Hingga terbersit ide dari ayah untuk mengajak Asllan ikut dalam kegiatan amal.

    Kegiatan amal yang paling simpel adalah bersedekah ke panti asuhan. Sebenarnya kegiatan seperti ini gak asing untuk Asllan. Karena di masa toddler hingga TK B, kegiatan amal rutin dilakukan sebagai salah satu kegiatan sekolahnya Asllan. Nah, kali ini kami akan melakukan amal tapi secara pribadi alias keluarga saja.

    Panti asuhan yang kami pilih adalah Yayasan Bananul Amanah yang berlokasi di Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Lokasi yang cukup terjangkau dari rumah kami. Apakah kami pernah berkunjung sebelumnya? Belum. Kami hanya bermodalkan googling panti asuhan atau SLB di Madiun.

    



Akhirnya tepat pada tanggal 1 Januari 2021 kami mengunjungi SLB Banjarsari Wetan, Yayasan Bananul Amanah. Yang pertama kami tuju adalah asramanya. Kebetulan pada saat kami ke sana, anak-anak penghuni asrama banyak yang sedang melakukan kegiatan di serambi. Sungguh trenyuh ketika kedatangan kami disambut mereka dengan semua “keistiewaan” yang dimilikinya.

    Asllan sempat terbengong melihat mereka. Namun saya menjelaskan bahwa mereka adalah teman-teman Asllan meski dengan kondisi “istimewa”. Asllan juga terlihat sedih, mendengar cerita salah satu pengasuhnya bahwa anak-anak tersebut banyak yang sudah yatim piatu. Asllan langsung memeluk saya, dan bilang “kita bantu mereka ya, bun”

    Dalam perjalanan pulang kami melewati bangunan sekolah, dimana mereka melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Dan di ujung jalan itu terdapat workshop hasil karya mereka yang memiliki keistimewaan tuna rungu maupun tuna netra. Banyak sekali hasil karya yang dipamerkan. Mulai dari mukena, gamis, kain batik, masker, dan sebagainya.



    Hasil karya mereka selain dipasarkan di workshop tersebut juga dapat ditemui di mal pelayanan publik kabupaten madiun. Selain itu mereka memasarkannya lewat media sosial seperti Instagram dengan alamat batiksibaran.

    Melihat hasil karya mereka, Asllan terlihat bangga. Dia mengakui bahwa mereka hebat. Dengan semua keistimewaan yang dimiliki tapi bisa menghasilkan karya yang bermanfaat. Saya dan suami tersenyum simpul mendengar semua komentar asllan hari ini.

    Alhamdulillah, rasa syukur dan empati sepertinya sudah mulai tertanam di hati Asllan. Semoga akan terus berkembang sesuai dengan pertambahan usianya.