Monday, 1 August 2022

Bajo, Bengal Untuk Temannya Muti

 


    Setelah Muti hadir di rumah, rasa tidak percaya bahwa bisa hadir seekor kucing Bengal di rumah masih terus saja bersemayam di hati. Bangga dan bahagia pastinya. Tak henti-hentinya bersyukur atas nikmat Allah tersebut. Jalan yang ditunjukkanpun sungguh tidak terduga sama sekali.

    Ternyata tidak berhenti sampai di situ saja. Dua hari setelah Muti sampai di rumah, datanglah seekor kucing Bengal Jantan pada tanggal 15 April 2021. Dengan DOB 26 Januari 2021 dan berwarna spotted silver bernama Bajo. Alhamdulillah ya Allah… sungguh tidak menyangka sama sekali, ada sepasang kucing Bengal dengan warna yang berbeda ada di rumah kami.

    Sama seperti akan mengambil Muti di stasiun, kali ini Bajo sampai di Madiun pada malam hari selepas isya menggunakan ekspedisi KALOG. Bajo telah melakukan perjalanan dari Sidoarjo ke Madiun. Sebenarnya lebih dekat daripada Muti, namun menunggu jadwal kereta yang mengangkutnya, sehingga baru pada malam hari Bajo sampai di Madiun.

    Sempat khawatir karena suara Bajo tidak sekuat dan tidak sekencang Muti. Setelah selesai mengurus administrasi, Bajo langsung kami bawa pulang dan langsung dikeluarkan dari keranjang plastik (bentuknya seperti tempat buah di kios buah). Tidak seperti Muti yang langsung aktif berlarian, Bajo terlihat agak sedikit bingung dan lemas. Namun setelah minum, Bajo mulai mengeksplore tempat barunya.

    Meskipun sama-sama ras Bengal, namun Bajo beda karakter dengan Muti. Bajo lebih pendiam dan lebih manja. Tidak seagresif Muti dan tidak selincah Muti. Bajo memiliki badan yang sedikit gemuk, tidak seperti Muti yang gilig. Bajo ini setiap hari harus digendong dan dielus-elus baru bisa tidur dengan pulas. Sungguh menggemaskan memiliki kucing Bengal yang manja seperti Bajo.

    Sehat – sehat terus ya, Bajo. Kamu sungguh sangat berarti dan menjadi salah satu anugerah terindah bagi Bunda.

    Ig tentang Bajo ada di @mubaandthebengals

Tuesday, 26 July 2022

Muti, Bengal pertamaku

 


Sejak dulu saya dan suami jatuh cinta dengan kucing ras Bengal. Tapi lebih suka yang spotted meskipun yang marble tidak kalah kerennya. Tapi apa daya, butuh dana yang sangat amat banyak untuk mendapatkannya.

Hingga pada tanggal 13 April 2021 Allah memberikan rizky-Nya untuk mengirim seekor Bengal betina pada kami bernama Muti. Dengan corak spotted brown dan DOB 5 Februari 2021 datanglah dia ke rumah kami via ekspedisi KIB. Sangat deg-degan ketika perjalanan dari rumah ke stasiun. Takut terjadi apa-apa padanya mengingat usianya yang masih kecil dan harus menempuh perjalanan lumayan jauh (Malang – Madiun). Begitu sampai di halaman ekspedisi, ternyata banyak juga hewan yang baru sampai di Madiun. Ada kucing dan juga burung.

Mendengar suara ngeongnya yang masih lantang, saya sangat lega. Karena itu menandakan dia masih sehat dan kuat meski telah melakukan perjalanan panjangnya. Setelah menyelesaikan administrasi, Muti segera dibawa ke rumah.

Sesampainya di rumah, Muti segera dikeluarkan dari Pet cargo. Dan terlihatlah tangkah polahnya yang sangat aktif. Langsung lari – lari kecil mengenali lingkungan sekitar. Namanya masih bocah, segala yang ada di sekitarnya dijadikan mainan. Entah sandal jepit, entah pot bunga, entah tali rafia. Alhamdulillah lega melihat tingkah polahnya.

Sehat-sehat terus ya Muti…kamu amat berarti dan menjadi salah satu anugerah terindah bagi Bunda…

Ig tentang Muti ada di @mubaandthebengals

Tuesday, 12 July 2022

Condro, Kucing Abyssinian Yang Ganteng

  Mungkin kami dinilai terpercaya oleh para mantan pemilik anabul yang pernah mengadopsikannya kepada kami. Salah satunya adalah mantan pemilik Mpok Ceceng. Selain masih sering ketemu dan masih sering menanyakan bagaimana kabar Ceceng, ternyata beliau menawari seekor kucing jantan ras Abyssinian bernama Condro

    Dikarenakan kondisi Condro yang monochip, beliau menawarkan kepada kami. Kalau kami bersedia merawatnya maka akan dilepas kepada kami. Namun apabila kami tidak bersedia, maka akan dipelihara sendiri tidak ditawarkan kepada cat lovers lain.

    Wah, mendapat kepercayaan seperti itu, bersyukurlah kami. Dan kami bersedia merawat Condro. Condro ini sepertinya udah agak tua umurnya, sekitar 4-5 tahun di Bulan Mei 2021. Karena giginya sudah ada yang lepas. Selain itu suaranya khas, tidak bisa mengeong panjang. Meskipun semua itu tidak mengurangi kegagahannya. Akhirnya pada tanggal 15 Juli 2021 Condro resmi menjadi penghuni rumah kami.

    
Condro tidak disteril karena kondisinya yang monochip. Mungkin itu menjadi salah satu penyebab Condro terlihat berkuasa jika dilepas dari kandangnya. Heheheh… tua-tua keladi ya, Ndro…

Thursday, 7 July 2022

Cerita Tentang Miko

    


    Miko adalah kucing peliharaan pak bos. Sering kami berdiskusi tentang cara perawatan kucing. Karena pak bos ini sebenarnya senang kucing tapi agak takut kalo kena cakarnya. Hingga di Bulan Maret 2021, pak bos mendapat promosi yang harus meninggalkan kota Madiun. Maka saya ditawari untuk mengadopsi Miko.

    Alhamdulillah saya dipercaya dan akhirnya Miko menjadi salah satu anabul di rumah. Pada hari pertama datang, ternyata Miko yang terlihat manja dengan pak Bos bisa menjadi galak ketika sampai di rumah. Mungin karena tidak kenal dengan lingkungan dan belum terbiasa dengan orang lain. kebayang susahnya memasukkan Miko ke kandang yang sudah disiapkan.

    Akhirnya dengan segala cara, Miko berhasil masuk kandang. Dengan cara, pintu kedua kandang saling dipertemukan dalam kondisi terbuka. Alhamdulillah Miko mau masuk ke kandang barunya. Tapi jangan salah, untuk memberi makan Miko juga masih serem. Karena Miko selalu memajukan cakarnya sambil mengeong keras menunjukkan amarahnya.

    Tapi setelah satu minggu berlalu, terlihatnya kemanjaan Miko. Sama seperti ketika bersama pak bos. Alhamdulillah. Sehat-sehat ya, Miko…

Wednesday, 29 June 2022

Trio Bersaudara HimaLayaLai


Cerita tentang Himalayalai bermula ketika liburan ke Jogja pada Bulan November 2020. Pada saat ziarah ke makam mertua di Imogiri, Bantul, terlihat seekor kucing sepertinya masih ada keturunan siam. Kucing yang saya inginkan sejak dulu karena jatuh cinta dengan corak khas di hidung, telinga, dan ekornya. Nah, kebetulan kucing ini memiliki corak tersebut. Ditambah lagi matanya biru…wah, langsung muncul keinginan untuk membawanya ke madiun.

Setelah Tanya ke tetangga sekitar diketahui bahwa kucing tersebut tidak ada pemiliknya. Mereka ada tiga bersaudara. Dan begitu dicari ketemulah tiga ekor bersaudara tersebut. Dan ternyata, mereka memang ada keturunan siam/Himalaya. Karena kucing kedua berwarna cokelat susu dan juga bermata biru. asllan mencoba menggendongnya dan ternyata nurut banget…


Jadilah saya menginginkan kucing pertama, dan asllan menginginkan kucing kedua. Sedangkan ayahnya asllan senang dengan corak/loreng kucing ketiga. Akhirnya ketiga ekor bersaudara tersebut kami bawa ke Madiun. Kucing pertama diberi nama Hima, kucing kedua bernama Laya, dan kucing ketiga adalah Lai. Jadilah mereka trio HimaLayaLai.

Sepanjang perjalanan Jogja sampai Madiun, yang paling cerewet adalah Lai. Padahal dia adalah kucing cowok satu-satunya. Sedangkan Lai lebih anteng dan banyak tidurnya. Badannya juga paling besar dibandingkan dua saudaranya. Kalau Hima tidak cerewet tapi paling aktif diantara ketiganya.

Alhamdulillah mereka sehat-sehat hingga saat ini. Hima dan Laya udah steril sehingga gak heran kalau badannya menggendatz. Sedangkan Lai, meskipun belum steril tapi badannya sudah terlihat besar dan gagah.

Sehat-sehat terus ya, HimaLayaLai….

Monday, 6 June 2022

Cerita Tentang Kucing Liar Yang Akhirnya Menjadi Kucing Peliharaan (Cucut/Cuco)

 


Mungkin semakin lama banyak yang tahu bahwa kami adalah keluarga cat lovers. Tak jarang tiba-tiba ada seekor anak kucing di depan pagar yang tidak diketahui darimana asalnya. Memang pada akhirnya tetap dikasih makan tapi hanya di luar pagar saja. Tapi karena banyak yang masih di bawah umur, jadi ada beberapa yang mati dan ada pula yang dipelihara oleh tetangga.

Tak terkecuali Cucut, sebut saja namanya begitu. Kucing jantan yang masih lebih kecil dibandingkan abon. Kucing ini penakut sekaligus pemalu. Pada tanggal 3 September 2018, Cucut bersembunyi di dalam parit depan rumah. Dan akan keluar mencari makanan pada pagi hari. Keluarnyapun masuk ke dalam garasi karena awal diberi makan adalah di garasi tersebut. Selesai makan, cucut akan masuk kembali ke paritnya.

Ketika abon main di garasi, barulah cucut ikut bermain (tidak langsung kembali ke parit setelah makan). Lama kelamaan, cucut mulai berani masuk ke dalam rumah karena mengikuti Abon. Dan Cucut mulai mau dielus dan mau mendekat. Hingga lama-kelamaan ngelunjak juga si Cucut ini. Dia berani tidur di kursi tamu. Hemmm, sepertinya Cucut mulai nyaman di rumah. Wah, bisa jadi Cucut gak mau keluar rumah deh.

Hingga suatu saat, ketika kami berencana pergi seharian, Cucut dikeluarkan dari pagar. Dengan tujuan, dia akan mencari tempat tinggal yang baru. Keesokan harinya ketika kami sampai di rumah, ternyata oh ternyata Cucut sudah tidur melingkar dengan pulas di keset teras. Sepertinya dia menunggu kami pulang. Karena dia terbangun ketika mendengar suara kami membuka pintu gerbang. Dan dia langsung mendekati kami seolah-olah menyambut tuannya datang.

Nah, yang menjadi pertimbangan adalah ketika kami harus pindah rumah. Karena kami sudah memutuskan untuk membawa Big. Apakah Cucut ikut kami pelihara di rumah baru? Tapi mengingat dia masih menunggu di keset meski ditinggal semalam, bukankah itu pertanda dia merasa nyaman bersama kami? Akhirnya diputuskan Cucut ikut ke rumah baru.

Sekarang Cucut berubah nama menjadi Cuco dan tentu saja semakin manja dengan kami serumah. Mungkin karena belum disteril sehingga dia masih menjadi kucing aktif, jahil dan galak dengan pejantan lainnya. 

Sabar ya, Cuco…tunggu saatnya kamu disteril biar makin sehat dan makin manja lagi.

Wednesday, 1 June 2022

Big, Si Ganteng

 


Sebenarnya Big bukan kucing yang dipelihara sejak kecil. Tidak tahu juga Big itu kucing milik siapa karena selama ini saya tidak pernah melihatnya di sekitar rumah. Sekitar Bulan Juli 2018 ada tetangga yang merenovasi rumahnya dan sejak itulah Big ini mondar mandir di sekeliling rumah dengan suara lantangnya.

Big sering maen ke teras rumah dan semakin lama berani masuk ke rumah. Ternyata Big melakukan itu karena mencari Ebe. Jadi ketika Big berada di rumah, bisa dipastikan dia menunggu Ebe. Ebe sedang makanpun, Big dengan setia menunggunya. Bahkan Big sering menunggu Ebe sampai tertidur di ruang tamu.

Kebetulan saat itu saya ingin memiliki kucing dengan warna dan corak seperti Jenggo tapi berjenis kelamin jantan. Nah, datanglah Big sesuai dengan ciri-ciri yang saya inginkan. Ditambah lagi Big bisa dipangku dan dielus dengan manja. Bahkan Big mulai mau makan bareng Ebe di rumah. Hingga dua minggu berlalu dan Big makin sering berada di rumah. Big tidak pergi kemana-mana, tetap di rumah dan tanpa ada yang mencarinya.

Akhirnya kami beranikan diri untuk memberikan makan Big secara rutin dan menyiapkan kandang untuknya. Big ini senang dengan sebuah boneka berbentuk kucing milikku. Ketika akan tidur Big pasti akan selalu mencarinya dan dijadikan bantal baru bisa tertidur pulas.

Hingga tiba saatnya kami pindah rumah dan tetap tidak ada yang mencari Big. Maka diputuskan Big dipelihara dengan sebenar-benarnya. Saat ini Big sudah steril dan tetap saja dia mengejar Ebe ketika keluar kandang. Big termasuk kucing yang manja, tapi pintar. Ketika tiba saatnya untuk makan, Big pasti sudah menunggu di depan tempat makannya. Begitu juga ketika dielus maka Big akan langsung semakin manja.

Sehat-sehat terus ya, Big…

Monday, 23 May 2022

Cerita Tentang Anak - Anaknya Ebe

Masih ingat dengan Be? Kucing peranakan jenis Persia dan Bengal yang masih bertahan hidup sampai sekarang dibanding saudara kandungnya (Bo) yang hanya bertahan beberapa minggu saja di rumah. Be sekarang berganti nama menjadi Ebe. Biar lebih mudah untuk memanggilnya.

Ebe tidak disteril hingga saat ini mengingat dia berasal dari ras. Hingga akhirnya Ebe hamil dan melahirkan enam ekor anaknya. Hamilnya Ebe bermula dari hilangnya Ebe selama tiga hari dari rumah).


Alhamdulillah keenam anak Ebe lahir dengan lancar dan normal. Ebe sudah memperlihatkan tanda-tanda melahirkan dengan mengeluarkan lendir darah di alat kelaminnya. Kemudian kami memasukkan Ebe di dalam kandangnya agar merasa lebih nyaman. Benar saja tanggal 25 Februari 2019 selepas adzan Isya, Ebe telah melahirkan dua ekor anaknya yang berwarna gelap (Blek dan Grey). Namun sepertinya Ebe kurang nyaman berada di kandang.

Kemudian Ebe dikeluarkan dari kandang, tapi sepertinya di dalam perutnya masih terdapat anak yang belum keluar. Kami jagain Ebe kemanapun dia pergi. Ebe jalan mondar mandir masih mencari tempat yang lebih nyaman untuk melanjutkan persalinannya. Akhirnya Ebe terdiam di gudang, dan ternyata dia melanjutkan proses persalinannya ditungguin saya dan suami. Ebe melahirkan empat ekor anaknya yaitu TB alias Telon Besar, TJ alias Telon Junior, El, dan yang terahir adalah ED (baca : idi). Ternyata semua anak Ebe tersebut adalah betina.


Ebe lumayan pinter dalam proses melahirkan semua anaknya. Semua placenta anaknya dimakan oleh Ebe. Hanya saja pada saat melahirkan Ed, sepertinya Ebe sudah kelelahan sehingga pembukaan placenta Ed dilakukan oleh ayahnya Asllan. Total lama persalinan Ebe sampai selesai adalah 2,5 jam. Semua anak Ebe sudah bersih kurang lebih pada pukul 22.00 WIB. Anak – anak Ebe adalah :

Blek

Blek ini bercorak taby warna hitam dan bisa sehat sampai dewasa. Tidak banyak tingkah, tidak terlalu cerewet, Blek bisa dibilang sebagai anak yang manis dan sudah steril. Sayang sekali pada 24 November 2020 Blek mati karena serangan kutu di bagian punggungnya. Dia mati dengan badan yang masih gemuk.

 

Grey

Grey sama seperti blek, bercorak taby hanya saja warnanya abu. Blek juga sudah steril dan tentu saja badannya menjadi gemuk dan manja. Grey senang sekali dielus di bagian perutnya. Pasti dia langsung menggelepar dan menyediakan perutnya untuk terus dielus. Tapi jangan salah, ketika dikeluarkan dari kandang, Grey termasuk kucing yang sangat aktif dan jahil. Alhamdulillah Grey sehat sampai sekarang.

 

TB

Telon Besar mempunyai corak telon tapi taby, mukanya cantik banget. Badannya termasuk besar sama seperti Blek, dan Grey. TB diminta oleh teman kantor untuk dipelihara. Hanya saja sepertinya sekarang sudah hilang.

 

TJ

Telon Junior beda dengan TB. Dia tidak memiliki corak taby. Jadi berwarna telon tapi garis-garis. Badannya tidak sebesar kakak-kakaknya. Dia adalah kucing yang paling penakut diantara semuanya. Sayangnya TJ sering terkena jamur di kulitnya. Dikasih obat dari dokter, sembuh sebentar lalu muncul lagi. Saya belum berhasil menyembuhkan jamurnya hingga tuntas. TJ juga tak kalah cantik dari TB, dan masih sehat sampai sekarang

 

El

Meskipun Ebe ada gen Bengal tapi dari semua anak-anaknya hanya El saja yang memiliki corak sedikit Bengal. Jika dilihat sekilas memang El yang paling cantik. Hal itu membuat teman ayahnya asllan ingin memeliharanya. Dan kami setujui setelah El bisa makan sendiri. Jadi tidak banyak cerita tentang El.

 

Ed

Ed adalah anak bungsu Ebe dengan tingkah polah yang paling tengil dan paling jahil. Badannya sama seperti TJ, tidak sebesar yang lain tapi nyalinya besar. Ed sudah steril yang membuat dia manja meskipun tengil dan jahil. Sayangnya Ed mati tidak lama setelah Blek dengan penyakit yang sama. Yaitu kutu di bagian punggungnya.

 

Dari keenam anak Ebe, yang masih sehat dan masih bertahan hingga sekarang adalah Grey dan TJ. Sifat mereka sejak kecil tidak berubah sampai sekarang. Grey yang super manja ketika di kandang namun aktif dan jahil ketika di luar kandang. TJ yang masih penakut baik di dalam maupun di luar kandang.

 

Sehat-sehat ya, kalian semua…