Saturday, 2 May 2015

TIPS MENYIMPAN ASIP (19 Desember 2012)

Bangun di pagi ini payudara kiriku terasa kencang dan penuh karena semalam Asllan banyak nenen yang kanan. Segera setelah mandi aku pompa payudara kiri pake breastpump Unimom andalanku...(ya iyalah andalan, lha wong Cuma punya satu...J). Pemompaan Cuma berlangsung selama 10 menit dan menghasilkan 120ml. Selama ini Asllan gak pernah minum sebanyak itu dalam sekali periode minumnya. Jadilah 120ml ASIP tadi aku pisahkan menjadi dua bagian dan aku simpan dalam dua botol yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk menghemat asi yang terbuang jika anak kita gak bisa menghabiskan satu botol dalam sekali minumnya.
Nah, untuk para pembaca blog ini sebaiknya dalam menyimpan ASIP di dalam kulkas disesuiakan dengan kebiasaan minum si kecil ya...kalo si kecil sudah bisa minum banyak boleh deh kita simpan ASIP dalam satu botol agak banyak sesuai dengan volume minumnya. Tapi kalo si kecil masih belum bisa minum banyak sebaiknya penyimpanan ASIP dibagi menjadi beberapa botol untuk mengurangi volume ASIP yang terbuang.
Tips berikutnya adalah sediakan botol khusus untuk menghangatkan ASIP yang sudah dicairkan. Jadi sisa ASIP yang sudah dicairkan bisa masuk ke kulkas lagi untuk didinginkan dan diminumkan kemudian.


PERUBAHAN TEXTUR (18 Desember 2012)

Hari ini Asllan eek jam 02.00; 04.30 dan jam 11.00 WIB. Tapi kali ini tekstur eeknya dah mulai kentel kayak pasta gigi tapi lebih cair sedikit dengan warna yang masih sama seperti sebelumnya yaitu kuning cerah. Apakah ini awal mula pola eek Asllan dah berubah jarang alias gak tiap hari? Menurut kelas edukatif yang pernah aku ikuti bahwa bayi yang diberi ASIX dengan cukup dan usia < 28 hari akan BAB 2-5 kali sehari dengan tekstur encer bahkan ada bagian seperti biji. Setelah usia > 28 hari BAB akan semakin jarang bahkan bisa 3 – 14 hari sekali dengan tekstur yang lebih kental. Hal itu disebabkan ASI mudah dicerna sehingga membutuhkan waktu untuk menjadikannya ampas seiring kondisi usus dan saluran pencernaan yang makin sempurna.

Semoga memang inilah awal mula perubahan pola dan tekstur BABnya Asllan.

PRODUKSI ASI DIPENGARUHI KONDISI IBU

Ini pengalaman pribadiku...ceritanya, setelah mandi sore aku memerah ASI dan kali ini aku pake breastpump Unimom mezzo. Enak dipakenya, gak sakit. ASI juga lancar keluarnya. Lagi enak enak – enaknya memompa tiba – tiba mama datang ingin mengetahui seberapa banyak ASI yang dihasilkan kalo pake breastpump. Alhamdulillah gak jauh beda dengan teknik marmet. Pada saat mama datang aku sudah dapet 35ml. Mengetahui hal itu mama langsung berkomentar “coba ada dotnya, langsung aku kasih ke Asllan”. Dan....mendengar komentar mama seperti itu ASIku langsung mampet gak mau keluar. Karena aku dan suami adalah orang tua yang anti dot. Mending anak itu diajarin pake sendok atau cangkir untuk media minumnya àitu pemikiran kami. Namun aku coba tetap memompa di payudara yang sama (kanan) selama 5 menit lagi, dan tetap aja gak ada ASI yang menetes. Lantas aku coba pompa ASI dari payudara kiri, lumayan keluar tapi Cuma 5ml. Itu aja sudah ditambah adanya LDR saat aku coba membayangkan wajahnya Asllan. Tapi begitu lihat jam dan sudah pukul 17.40 ya otomatis kau hentikan kegiatan pompaku. Jadi total hasil pompaku Cuma 40 mlL

Hemm...ini adalah salah satu bukti nyata bahwa kelancaran produksi ASI itu sangat dipengaruhi oleh ketenangan batin sang Ibu...

KONTRASEPSI IBU MENYUSUI (13 Desember 2012)

Kini tibalah saatnya aku untuk pasang KB. Sesuai saran dr. Ardanu, Sp,Og, aku berniat untuk memakai kontrasepsi IUD yang tidak mempengaruhi hormon ibu menyusui. Kebetulan hari sebelumny aku sudah daftar dan mendapat antrian nomor 3. Berarti tidak begitu lama nunggunya neh. Habis maghrib aja berangkatnya jadi tidak perlu meninggalkan Asllan terlalu lama.
Dengan penuh ketegangan aku masuk ke kamar periksa untuk dipasang IUD Nova T untuk 6 tahun. Agak tegang juga karena belum pernah merasakan pasang IUD. Apalagi saat alatnya dimasukkan dan diregangkan, waduh...kayak ada suara bautnya gitu deh...L tapi waktu IUDnya dipasang malah gak kerasa sama sekali. Total lama pemasangan adalah 7 menit (terhitung saat aku masuk kamar periksa sampai aku keluar dari kamar periksa). Obatnya ada tiga macam yaitu mefinal (2 kali sehari) untuk penghilang rasa sakit, bactysin (2 kali sehari, sampai habis) sebagai antibiotik, dan kalnex 250 (2 kali sehari) untuk menghentikan pendarahan.


Friday, 3 April 2015

SELAPAN (5 Desember 2012)

Tepat di hari ini usia Asllan mencapai 35 hari atau sering disebut “selapan” oleh orang Jawa. Biasanya di umur selapan ini rambut bayi akan dicukur habis kemudian ditimbang (dijadikan satu dengan potongan rambut di acara aqiqah) dan dijadikan besarnya shodaqoh si anak. Kemudian rambut tersebut dikubur di tempat di mana ari – ari/plasenta dikubur dahulu. Tujuan dari pembotakan rambut bayi adalah membuang rambut pertama bayi sejak lahir dan juga untuk membersihkan “selo karang” atau ketombe. Selain acara cukur rambut kami membuat nasi urap dan dibagikan ke tetangga sekitar.

Alhamdulillah semua acara berlangsung dengan mudah dan lancar. Bahkan pada saat pencukuran rambut, Asllan dalam kondisi boknis (bobok manis). Hanya saja dia terbangun dan mulai gelisah pada saat pencukuran terakhir untuk rambut depan. Selesai cukur Asllan lantas mandi dan pijit. Tak lupa aku juga memotong kuku tangan dan kakinya. Alhamdulillah acara bersih badannya Asllan juga bisa dilalui dengan mudah dan lancar. Kemudian acara dilanjutkan dengan memerah ASI di payudara kiri. Alhamdulillah bisa dapat 100ml J

Siang harinya Asllan terbangun sekitar pukul 09.30 untuk pipis, dan pas kebetulan ayahnya telfon. Seperti biasa Asllan juga “ikut” telfon ayahnya. Namun kali ini dia bisa ketawa lebar n lepas (meski belum ada suaranya) saat dia dengar suara ayahnya...”emang  dah tau ya kalo itu suara ayah nak?”

Dek Asllan dah tambah gede sekarang. Dah berumur 35hari dan sudah bisa ketawa saat telfon ayah...cepet gede n sehat selalu ya Nak...Ayah Bunda sayang Dek Asllan...J



LAGU PERTAMA ASLLAN (11 Desember 2012)

Nifasku telah selesai, dan hari ini bisa mulai sholat deh...sholatku yang pertama (setelah nifas selesai) adalah Sholat Duha. Dengan penuh semangat aku memulainya. Semangat karena aku berfikir sudah bisa sholat dengan nyaman, perut sudah gak gede lagi...hehehe...Ternyata oh ternyata...justru semua otot terasa kaku semua dan malah sholatnya jadi lebih lama dan lebih pelan daripada waktu hamil dulu...L

Rutinitas Asllan pagi ini adalah pipis di jam 09.00 WIB. Tapi saat ini dia langsung melek lebar dan malah ketawa – ketawa. Hemm...gak bakalan bobok neh kalo matanya bersinar dan bersemangat gini. Coba diajakin nyanyi aja deh... Lagu pertama yang aku nyanyikan buat Asllan adalah “satu – satu aku sayang ibu” dan “pok ame-ame”. Awalnya seh Asllan malah mengernyitkan alisnya karena bingung dan belum pernah tau lagu apaan itu... tapi setelah aku nyanyi berulang – ulang akhirnya dia seneng dan bisa ikut tertawa ketika aku nyanyi...J iiihhhh...gemes deh liatnya...J

Sekarang coba lagu kedua yaitu “pok ame-ame” tapi pake gerakan tangan ya nak... Waaahhh, Asllan seneng banget, malahan bibirnya ikut monyong – monyong kayak mau ikut nyanyi gitu... eehhhh... lama – lama keluar juga suara Asllan...”hooo....haaa....” dengan mata bersemangat dan berbinar seakan – akan dia pamer ma bundanya kalo Asllan juga pinter nyanyi...J “Uhhh...makin gemes aja bunda ama kamu nak...”

Sore ini setelah mandi Asllan pijit dan anteng banget...kayaknya dia menikmati pijitan itu. Tapi selesai pijit Asllan malah muntah 3 glogok. Bu Tina dengan sigap langsung memiringkan Asllan. Setelah atau pada saat muntah, sebaiknya bayi diposisikan miring dengan tujuan semua kotoran yang akan dikeluarkan itu bisa keluar dengan tuntas dan gak balik ke perut lagi. Selain itu juga untuk menghindari kotoran masuk lagi tapi masuk ke paru-paru. Kalo hal ini terjadi maka tidak akan bisa diselamatkan lagi. Haduh, harus lebih berhati – hati lagi neh....sehat terus ya Nak...


Nah, ibu – ibu atau siapapun yang membaca blog ini, ada sedikit saran /info untuk memiringkan bayi ketika dia muntah

KLEPON WALUH (LABU KUNING)

KLEPON WALUH (LABU KUNING)
Bahan  :
  • ©       380 gr waluh, dikukus lalu haluskan
  • ©       200 gr tepung ketan
  • ©       50 gr tepung beras
  • ©       ½ sdt garam
  • ©       60 gr gula halus
  • ©       100 gr gula jawa/gula merah diiris untuk isiannya


Taburan  :
  • ©       150 gr kelapa parut (pilih yang muda) lalu kukus dengan ditambah sedikit garam.


Cara :
  • 1.       Campur waluh, tepung beras, tepung ketan, gula halus, garam.
  • 2.       Uleni hingga kalis.
  • 3.       Bulatkan adonan sebesar kelereng lalu isi dengan irisan gula jawa/gula merah.
  • 4.       Didihkan air dalam panci.
  • 5.   Masukkan bulatan klepon ke dalam air mendidih lalu rebus hingga mengapung. Itu tandanya sudah matang
  • 6   Gulingkan klepon ke parutan kelapa kukus dan siap dinikmati.