Thursday, 7 July 2022

Cerita Tentang Miko

    


    Miko adalah kucing peliharaan pak bos. Sering kami berdiskusi tentang cara perawatan kucing. Karena pak bos ini sebenarnya senang kucing tapi agak takut kalo kena cakarnya. Hingga di Bulan Maret 2021, pak bos mendapat promosi yang harus meninggalkan kota Madiun. Maka saya ditawari untuk mengadopsi Miko.

    Alhamdulillah saya dipercaya dan akhirnya Miko menjadi salah satu anabul di rumah. Pada hari pertama datang, ternyata Miko yang terlihat manja dengan pak Bos bisa menjadi galak ketika sampai di rumah. Mungin karena tidak kenal dengan lingkungan dan belum terbiasa dengan orang lain. kebayang susahnya memasukkan Miko ke kandang yang sudah disiapkan.

    Akhirnya dengan segala cara, Miko berhasil masuk kandang. Dengan cara, pintu kedua kandang saling dipertemukan dalam kondisi terbuka. Alhamdulillah Miko mau masuk ke kandang barunya. Tapi jangan salah, untuk memberi makan Miko juga masih serem. Karena Miko selalu memajukan cakarnya sambil mengeong keras menunjukkan amarahnya.

    Tapi setelah satu minggu berlalu, terlihatnya kemanjaan Miko. Sama seperti ketika bersama pak bos. Alhamdulillah. Sehat-sehat ya, Miko…

Wednesday, 29 June 2022

Trio Bersaudara HimaLayaLai


Cerita tentang Himalayalai bermula ketika liburan ke Jogja pada Bulan November 2020. Pada saat ziarah ke makam mertua di Imogiri, Bantul, terlihat seekor kucing sepertinya masih ada keturunan siam. Kucing yang saya inginkan sejak dulu karena jatuh cinta dengan corak khas di hidung, telinga, dan ekornya. Nah, kebetulan kucing ini memiliki corak tersebut. Ditambah lagi matanya biru…wah, langsung muncul keinginan untuk membawanya ke madiun.

Setelah Tanya ke tetangga sekitar diketahui bahwa kucing tersebut tidak ada pemiliknya. Mereka ada tiga bersaudara. Dan begitu dicari ketemulah tiga ekor bersaudara tersebut. Dan ternyata, mereka memang ada keturunan siam/Himalaya. Karena kucing kedua berwarna cokelat susu dan juga bermata biru. asllan mencoba menggendongnya dan ternyata nurut banget…


Jadilah saya menginginkan kucing pertama, dan asllan menginginkan kucing kedua. Sedangkan ayahnya asllan senang dengan corak/loreng kucing ketiga. Akhirnya ketiga ekor bersaudara tersebut kami bawa ke Madiun. Kucing pertama diberi nama Hima, kucing kedua bernama Laya, dan kucing ketiga adalah Lai. Jadilah mereka trio HimaLayaLai.

Sepanjang perjalanan Jogja sampai Madiun, yang paling cerewet adalah Lai. Padahal dia adalah kucing cowok satu-satunya. Sedangkan Lai lebih anteng dan banyak tidurnya. Badannya juga paling besar dibandingkan dua saudaranya. Kalau Hima tidak cerewet tapi paling aktif diantara ketiganya.

Alhamdulillah mereka sehat-sehat hingga saat ini. Hima dan Laya udah steril sehingga gak heran kalau badannya menggendatz. Sedangkan Lai, meskipun belum steril tapi badannya sudah terlihat besar dan gagah.

Sehat-sehat terus ya, HimaLayaLai….

Monday, 6 June 2022

Cerita Tentang Kucing Liar Yang Akhirnya Menjadi Kucing Peliharaan (Cucut/Cuco)

 


Mungkin semakin lama banyak yang tahu bahwa kami adalah keluarga cat lovers. Tak jarang tiba-tiba ada seekor anak kucing di depan pagar yang tidak diketahui darimana asalnya. Memang pada akhirnya tetap dikasih makan tapi hanya di luar pagar saja. Tapi karena banyak yang masih di bawah umur, jadi ada beberapa yang mati dan ada pula yang dipelihara oleh tetangga.

Tak terkecuali Cucut, sebut saja namanya begitu. Kucing jantan yang masih lebih kecil dibandingkan abon. Kucing ini penakut sekaligus pemalu. Pada tanggal 3 September 2018, Cucut bersembunyi di dalam parit depan rumah. Dan akan keluar mencari makanan pada pagi hari. Keluarnyapun masuk ke dalam garasi karena awal diberi makan adalah di garasi tersebut. Selesai makan, cucut akan masuk kembali ke paritnya.

Ketika abon main di garasi, barulah cucut ikut bermain (tidak langsung kembali ke parit setelah makan). Lama kelamaan, cucut mulai berani masuk ke dalam rumah karena mengikuti Abon. Dan Cucut mulai mau dielus dan mau mendekat. Hingga lama-kelamaan ngelunjak juga si Cucut ini. Dia berani tidur di kursi tamu. Hemmm, sepertinya Cucut mulai nyaman di rumah. Wah, bisa jadi Cucut gak mau keluar rumah deh.

Hingga suatu saat, ketika kami berencana pergi seharian, Cucut dikeluarkan dari pagar. Dengan tujuan, dia akan mencari tempat tinggal yang baru. Keesokan harinya ketika kami sampai di rumah, ternyata oh ternyata Cucut sudah tidur melingkar dengan pulas di keset teras. Sepertinya dia menunggu kami pulang. Karena dia terbangun ketika mendengar suara kami membuka pintu gerbang. Dan dia langsung mendekati kami seolah-olah menyambut tuannya datang.

Nah, yang menjadi pertimbangan adalah ketika kami harus pindah rumah. Karena kami sudah memutuskan untuk membawa Big. Apakah Cucut ikut kami pelihara di rumah baru? Tapi mengingat dia masih menunggu di keset meski ditinggal semalam, bukankah itu pertanda dia merasa nyaman bersama kami? Akhirnya diputuskan Cucut ikut ke rumah baru.

Sekarang Cucut berubah nama menjadi Cuco dan tentu saja semakin manja dengan kami serumah. Mungkin karena belum disteril sehingga dia masih menjadi kucing aktif, jahil dan galak dengan pejantan lainnya. 

Sabar ya, Cuco…tunggu saatnya kamu disteril biar makin sehat dan makin manja lagi.

Wednesday, 1 June 2022

Big, Si Ganteng

 


Sebenarnya Big bukan kucing yang dipelihara sejak kecil. Tidak tahu juga Big itu kucing milik siapa karena selama ini saya tidak pernah melihatnya di sekitar rumah. Sekitar Bulan Juli 2018 ada tetangga yang merenovasi rumahnya dan sejak itulah Big ini mondar mandir di sekeliling rumah dengan suara lantangnya.

Big sering maen ke teras rumah dan semakin lama berani masuk ke rumah. Ternyata Big melakukan itu karena mencari Ebe. Jadi ketika Big berada di rumah, bisa dipastikan dia menunggu Ebe. Ebe sedang makanpun, Big dengan setia menunggunya. Bahkan Big sering menunggu Ebe sampai tertidur di ruang tamu.

Kebetulan saat itu saya ingin memiliki kucing dengan warna dan corak seperti Jenggo tapi berjenis kelamin jantan. Nah, datanglah Big sesuai dengan ciri-ciri yang saya inginkan. Ditambah lagi Big bisa dipangku dan dielus dengan manja. Bahkan Big mulai mau makan bareng Ebe di rumah. Hingga dua minggu berlalu dan Big makin sering berada di rumah. Big tidak pergi kemana-mana, tetap di rumah dan tanpa ada yang mencarinya.

Akhirnya kami beranikan diri untuk memberikan makan Big secara rutin dan menyiapkan kandang untuknya. Big ini senang dengan sebuah boneka berbentuk kucing milikku. Ketika akan tidur Big pasti akan selalu mencarinya dan dijadikan bantal baru bisa tertidur pulas.

Hingga tiba saatnya kami pindah rumah dan tetap tidak ada yang mencari Big. Maka diputuskan Big dipelihara dengan sebenar-benarnya. Saat ini Big sudah steril dan tetap saja dia mengejar Ebe ketika keluar kandang. Big termasuk kucing yang manja, tapi pintar. Ketika tiba saatnya untuk makan, Big pasti sudah menunggu di depan tempat makannya. Begitu juga ketika dielus maka Big akan langsung semakin manja.

Sehat-sehat terus ya, Big…

Monday, 23 May 2022

Cerita Tentang Anak - Anaknya Ebe

Masih ingat dengan Be? Kucing peranakan jenis Persia dan Bengal yang masih bertahan hidup sampai sekarang dibanding saudara kandungnya (Bo) yang hanya bertahan beberapa minggu saja di rumah. Be sekarang berganti nama menjadi Ebe. Biar lebih mudah untuk memanggilnya.

Ebe tidak disteril hingga saat ini mengingat dia berasal dari ras. Hingga akhirnya Ebe hamil dan melahirkan enam ekor anaknya. Hamilnya Ebe bermula dari hilangnya Ebe selama tiga hari dari rumah).


Alhamdulillah keenam anak Ebe lahir dengan lancar dan normal. Ebe sudah memperlihatkan tanda-tanda melahirkan dengan mengeluarkan lendir darah di alat kelaminnya. Kemudian kami memasukkan Ebe di dalam kandangnya agar merasa lebih nyaman. Benar saja tanggal 25 Februari 2019 selepas adzan Isya, Ebe telah melahirkan dua ekor anaknya yang berwarna gelap (Blek dan Grey). Namun sepertinya Ebe kurang nyaman berada di kandang.

Kemudian Ebe dikeluarkan dari kandang, tapi sepertinya di dalam perutnya masih terdapat anak yang belum keluar. Kami jagain Ebe kemanapun dia pergi. Ebe jalan mondar mandir masih mencari tempat yang lebih nyaman untuk melanjutkan persalinannya. Akhirnya Ebe terdiam di gudang, dan ternyata dia melanjutkan proses persalinannya ditungguin saya dan suami. Ebe melahirkan empat ekor anaknya yaitu TB alias Telon Besar, TJ alias Telon Junior, El, dan yang terahir adalah ED (baca : idi). Ternyata semua anak Ebe tersebut adalah betina.


Ebe lumayan pinter dalam proses melahirkan semua anaknya. Semua placenta anaknya dimakan oleh Ebe. Hanya saja pada saat melahirkan Ed, sepertinya Ebe sudah kelelahan sehingga pembukaan placenta Ed dilakukan oleh ayahnya Asllan. Total lama persalinan Ebe sampai selesai adalah 2,5 jam. Semua anak Ebe sudah bersih kurang lebih pada pukul 22.00 WIB. Anak – anak Ebe adalah :

Blek

Blek ini bercorak taby warna hitam dan bisa sehat sampai dewasa. Tidak banyak tingkah, tidak terlalu cerewet, Blek bisa dibilang sebagai anak yang manis dan sudah steril. Sayang sekali pada 24 November 2020 Blek mati karena serangan kutu di bagian punggungnya. Dia mati dengan badan yang masih gemuk.

 

Grey

Grey sama seperti blek, bercorak taby hanya saja warnanya abu. Blek juga sudah steril dan tentu saja badannya menjadi gemuk dan manja. Grey senang sekali dielus di bagian perutnya. Pasti dia langsung menggelepar dan menyediakan perutnya untuk terus dielus. Tapi jangan salah, ketika dikeluarkan dari kandang, Grey termasuk kucing yang sangat aktif dan jahil. Alhamdulillah Grey sehat sampai sekarang.

 

TB

Telon Besar mempunyai corak telon tapi taby, mukanya cantik banget. Badannya termasuk besar sama seperti Blek, dan Grey. TB diminta oleh teman kantor untuk dipelihara. Hanya saja sepertinya sekarang sudah hilang.

 

TJ

Telon Junior beda dengan TB. Dia tidak memiliki corak taby. Jadi berwarna telon tapi garis-garis. Badannya tidak sebesar kakak-kakaknya. Dia adalah kucing yang paling penakut diantara semuanya. Sayangnya TJ sering terkena jamur di kulitnya. Dikasih obat dari dokter, sembuh sebentar lalu muncul lagi. Saya belum berhasil menyembuhkan jamurnya hingga tuntas. TJ juga tak kalah cantik dari TB, dan masih sehat sampai sekarang

 

El

Meskipun Ebe ada gen Bengal tapi dari semua anak-anaknya hanya El saja yang memiliki corak sedikit Bengal. Jika dilihat sekilas memang El yang paling cantik. Hal itu membuat teman ayahnya asllan ingin memeliharanya. Dan kami setujui setelah El bisa makan sendiri. Jadi tidak banyak cerita tentang El.

 

Ed

Ed adalah anak bungsu Ebe dengan tingkah polah yang paling tengil dan paling jahil. Badannya sama seperti TJ, tidak sebesar yang lain tapi nyalinya besar. Ed sudah steril yang membuat dia manja meskipun tengil dan jahil. Sayangnya Ed mati tidak lama setelah Blek dengan penyakit yang sama. Yaitu kutu di bagian punggungnya.

 

Dari keenam anak Ebe, yang masih sehat dan masih bertahan hingga sekarang adalah Grey dan TJ. Sifat mereka sejak kecil tidak berubah sampai sekarang. Grey yang super manja ketika di kandang namun aktif dan jahil ketika di luar kandang. TJ yang masih penakut baik di dalam maupun di luar kandang.

 

Sehat-sehat ya, kalian semua…

Thursday, 23 December 2021

Cerita Tentang Bufi

        Bufi adalah salah kucing yang memang saya inginkan. Kucing yang berwarna hitam pekat. Dia saya peroleh dari sekitar rumah kontrakan dulu. Seneng banget ketika bisa memiliki Bufi. Badannya besar, gagah, dan jantan. Memang sudah terlihat tua karena ada bulu yang berwarna merah alias sudah tidak hitam pekat lagi.



Bufi nyampai di rumah sekitar semester 2 tahun 2020. Sekitar setelah Bulan Juni dan sebelum Bulan Oktober 2020. Dia adalah kucing yang gak neko-neko. Suaranya cenderung kecil dibandingkan dengan kucing yang lain.

Melihat kondisinya, sepertinya Bufi adalah kucing yang pernah dipelihara, karena dia tidak takut dengan orang. Hanya saja bulunya sangat kotor. Pada bagian punggung seperti ada ketombe di kulitnya. Setelah tenang berada di rumah, kemudian Bufi dimandikan. Lucunya bulunya terlihat kriwil ketika basah. Selain itu memang bodynya terlihat gagah. Namun, Bufi terlihat malas untuk menjilati bulunya setelah mandi, tidak seperti kucing lainnya. Setelah tiga kali dimandikan, kulit dan bulu Bufi terlihat lebih lembut dan bersih. Makin gantenglah dia…



Ada tingkah Bufi yang menjadi ciri khasnya. Yaitu duduk bersandar di dinding kandangnya layaknya orang pada umunya. Terkadang sambil jilatin perutnya, bahkan pernah juga sampai tertidur dengan posisi yang belum berubah.

Namun semua kondisi tersebut telah berubah. Bermula sejak tanggal 11 Desember 2021, Bufi mulai bersin-bersin. Awalnya dikira Bufi akan terserang flu, karena kucing yang lain sudah sembuh dari Flu yang menyerang. Bufi mulai senang tidur di litter boxnya, dan nafsu makannya berkurang. Bahkan tidak mau makan sama sekali. Dia juga muntah yang berbentuk buih dan berwarna putih kuning. Agak panik karena teringat panleukopenia yang menghantui. Maka dibawalah Bufi ke dokter hewan langganan (pada tanggal 13 Desember 2021).

Dokter memeriksa kondisi Bufi setelah mendengar penjelasan tentang kondisi Bufi. Ternyata kandung kemihnya penuh dengan urine. Kemungkinan Bufi tidak bisa BAK sehingga perutnya tidak nyaman karena kandung kemihnya penuh. Perut yang tidak nyaman itulah yang menjadi penyebab menurunnya nafsu makan Bufi. Hal itu membuat asam lambungnya meningkat dan muntah.

Penanganannya adalah mengosongkan kandung kemih dengan cara pasang kateter dan harus rawat inap. Malam yang sama saya mendapat kabar dari dokter bahwa hasil dari pengeluaran urine via kateter adalah terdapat darah pada urinenya atau diagnosanya adalah FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) atau gangguan saluran kencing bagian bawah.

Bufi manjalani rawat inap selama tiga hari dua malam. Kemudian dilanjut dengan perawatan di rumah antara lain ganti pakan yang khusus urinary itupun pakan yang wetfood. Makan pertama di rumah (setelah pulang dari opname), dia masih mau makan sendiri. Hal itu merupakan perkembangan yang bagus dong. Namun ternyata keesokan harinya Bufi tidak mau makan sendiri, harus menggunakan spet untuk memasukkan makanan ke mulutnya. Di samping itu dia sudah bisa BAK dengan lancar. Hanya saja daerah sekitar kemaluannya menjadi basah terus menerus karena Bufi tidak menjilatinya. Harus dikeringkan pake tisu, meski tidak akan sekering ketika dijilati oleh Bufi.

Hingga akhirnya satu minggu kemudian Bufi tidak bisa mengontrol BAK. Dia BAK tidak di litterbox tp di sembarang tempat seperti mengompol. Selain itu aera kemaluannya mulai muncul decubitus. Setelah dibawa ke dokter, penjelasannya adalah perkembangan yang bagus. Hanya saja harus memperhatikan decubitusnya agar tidak merembet dan bertambah lebar. Dianjurkan untuk diberi bedak Mycorine yang dibeli di apotek dan juga salep dari dokter hewan tersebut. Pulang dari dokter, saya langsung beli bedak baru kemudian pulang. Selama perjalanan Bufi sudah mulai mengeong. Senang rasanya mendengar suaranya lagi. Pukul 22.30 di area kemaluannya yang terkena decubitus ditaburi bedak yang sudah dibeli.



Namun hari ini, Kamis 23 Desember 2021 Bufi sudah sembuh. Dia tidak sakit lagi. Pada saat akan diberi makan dia sudah tidak bergerak di dalam kandangnya. Ya, Bufi telah pergi dan sudah tidak merasakan sakit lagi.

 

Makasih Bufi

Engkau telah hadir di rumah sebagai salah satu kucing keinginan Bunda

Maafin kami yang belum bisa memberikan yang terbaik untukmu

Selamat jalan Bufi….

Tuesday, 21 December 2021

Tidur Yang Terjaga Dalam Yoga

 *tulisan ini dimuat di Harian Surya, tanggal 21 Oktober 2021



             Siapa yang tidak mengenal Yoga? Olahraga yang semakin meroket beberapa waktu belakangan. Yoga digemari oleh kalangan luas mulai anak-anak, hingga dewasa bahkan lansia karena manfaatnya yang banyak. Beberapa manfaat dari yoga antara lain : merilekskan badan, meningkatkan konsentrasi, dan memperbaiki postur tubuh. Yang lebih menyenangkan lagi adalah yoga bisa dilakukan secara indoor maupun outdoor tergantung kebutuhan.

            Sanggar Yoga Lotus Madiun yang beralamatkan di Jalan Salak Barat II kota Madiun telah mengadakan kegiatan Yoga Outdoor di Syam Resto Caping Gunung, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun pada hari Minggu, 10 Oktober 2021. Kegiatan ini diikuti oleh anggota sanggar sejumlah 40 orang. Instruktur pada kesempatan kali ini adalah Lisa Anggraini (sekaligus owner sanggar) dan Media.

            Kegiatan yoga outdoor dilaksanakan selama 120 menit mulai pukul 07.00 WIB. Diawali dengan Yoga Asthanga oleh Media sebagai instruktur. Yoga Asthanga ini dilakukan tanpa jeda dengan gerakan yang bisa membuat tubuh berkeringat. Beberapa gerakan pada sesi ini adalah warior satu dan dua, juga gerakan cobra.

            Setelah Yoga Asthanga selesai, sesi berikutnya adalah Yoga Nidra oleh Lisa Anggraini sebagai instruktur. Yoga Nidra adalah relaksasi mendalam atau kondisi tidur yang tetap sadar. Jadi gerakan pada sesi ini dilakukan sepenuhnya dengan posisi terlentang seperti orang tidur. Urutan Yoga Nidra dimulai dari mengatur nafas, dan membiarkan nafas berjalan dengan sendirinya. Kemudian dilanjutkan dengan rotasi kesadaran seluruh anggota tubuh, dan visualisasi.

            Meskipun disebut dengan kondisi tidur yang tetap sadar, namun ada peserta yang tertidur pulas bahkan mendengkur halus pada sesi Yoga Nidra. Menurut Lisa, hal itu disebabkan oleh tubuh yang menjadi rileks mendalam baik secara fisik maupun pikiran.

Diharapkan setelah selesai melakukan yoga, tubuh menjadi lebih bugar dan lebih fresh. Ditambah dengan dress code warna pink yang dipilih pada kesempatan kali ini yang membuat peserta yoga outdoor lebih ceria.