Monday, 28 November 2022

Menikmati Sensasi Makan Ditemani Ikan (Soto Cokro Kembang)

 


Sebenarnya ini late post ya…

Jadi ini adalah cerita pada Bulan Maret 2022. Ketika berlibur ke Jogja yang tidak ada agenda untuk jalan ke tempat wisata. Pasti pernah donk ngalamin pengen liburan yang cuma ketemu ama orang tua, adek atau keluarga aja. Pengen menghabiskan waktu di rumah masa kecil dulu. Nah, kurang lebih seperti itulah yang sedang saya alami di Bulan Maret 2022.

Pada awalnya semua berjalan biasa saja. Namun di akhir masa libur tersebut, tiba-tiba Asllan mengutarakan kalo sudah merasa bosan dan ingin pergi ke suatu tempat. Akhirnya saya bebaskan dia untuk memilih tempat apa yang akan dia kunjungi. Gak nyangka aja kalo Asllan bilang pengen makan soto yang ada kolam ikannya. Tanya ke mama, tanya ke adik, tanya ke om pada gak tau dimana tempatnya. Akhirnya Asllan saya minta untuk menceritakan lebih detil.

Asllan cerita kalo dia pernah lihat di salah satu acara tv bahwa di Jogja ada warung soto dengan kolam ikan. Berbekal cerita Asllan itulah saya dan adik lalu browsing. Akhirnya kami menemukan sebuah warung soto yang berada di atas kolam ikan. Semacam kolam ikan untuk terapi kaki gitulah. Saya tunjukkan ke Asllan foto dari warung tersebut dan langsung dibenarkan oleh Asllan. Itulah warung yang dia maksud.

Akhirnya berangkatlah kami ke warung tersebut, yaitu Soto Cokro Kembang yang berada di Jl. Ngaglik, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Lumayan agak jauh dari rumah Mama yang berlokasi di Jl. Tamansiswa. Tapi, hayuk aja deh. Secara, penasaran juga seperti apa makan di atas kolam ikan terapi.


Sesampai di sana kami langsung pesan menu yang ada. Soto ayam dan soto daging yang menjadi pilihan kami. Tentu saja karena iconnya adalah warung soto. Selain itu untuk camilan bisa langsung dipilih dan ambil sendiri di lokasi pemesanan menu. Pesanan camilan tersebut langsung kita bawa sendiri menuju lokasi meja yang dipilih. Kalo untuk sotonya akan diantar oleh pramusaji.

Meja yang kami pilih tentu saja meja yang berada di atas kolam ikan. Meskipun warung ini juga menyediakan meja yang kering (tidak berada di atas kolam ikan) bagi yang tidak ingin kakinya basah. Nah, sensasi dimulai dari sini. Sejak kita melepaskan alas kaki, maka langkah pertama kita sudah mulai masuk ke air dan jangan kaget kalo langsung diserbu oleh para ikan.


Yang jelas, geli! Ekspresi yang ditunjukkan para pengunjung adalah ketawa, nyengir, dan gak sedikit yang teriak. Entah karena kaget ataupun geli. Namun yang pasti tetap harus konsentrasi, ya. Karena ada camilan yang sudah kita bawa di tangan kita.

Kebayang kan, gimana gelinya kaki ini dimakan oleh para ikan? Tapi tenang saja, pada saat makan kita bisa menaikkan kaki kita ke kaki meja yang tingginya di atas permukaan air kolam. Sehingga bisa makan dengan tenang tanpa dikerubuti para ikan. Namun jika masih ingin menikmati sensasi makan


bersama ikan, tetap letakkan kaki di lantai sehingga para ikan bisa menyerbu kaki kita.

Warung Soto Cokro Kembang ini buka sejak tahun 2019. Pada awalnya hanya buka sejak pukul 06.00 – 17.00 WIB. Namun sejak Bulan Desember 2021 buka mulai pukul 07.00 – 21.00 WIB. Namun untuk waktu tertentu warung ini buka berbeda dengan jadwal biasanya. Agar tidak salah, jangan lupa cek instagramnya terlebih dahulu di www.instagram.com/sotocokrokembang

Friday, 7 October 2022

Rumah Coklat Bodag, Kabupaten Madiun

 


Siapa sih, yang gak kenal dengan cokelat? Dengan rasa manisnya bisa menenangkan hati dan menaikkan mood. Itu yang saya rasakan ketika mengkonsumsi cokelat. Kebetulan dapat info dari teman kantor bahwa di Kabupaten Madiun ada destinasi wisata tentang cokelat. Langsung deh meluncur ke “Rumah Coklat Bodag”

Lokasi Rumah Coklat Bodag tidak jauh dari Kota Madiun. Dengan jarak sekitar 19 km atau kurang lebih 30 menit sudah bisa sampai di lokasi. Tempat ini berada di ketinggian sekitar 600 mdpl, sehingga jalan yang harus dilalui sedikit menanjak dan berkelok – kelok. Namun semua itu terbayar dengan sejuknya udara di Rumah Coklat Bodag.


Dari tempat parkir kendaraan, kita disuguhi dengan showcase yang berisi produk yang dihasilkan oleh Rumah Coklat Bodag. Mulai dari cokelat batang dengan berbagai kemasan, juga cokelat bubuk. Baik varian dark chocolate maupun milk chocolate. Untuk cokelat bubuk tersedia varian coklat murni, dan coklat 3 in 1 (cokelat, susu, dan gula/creamer) dengan ukuran besar dan kemasan sachet. Selain itu terdapat merchandise berupa gantungan kunci. Asllan tentu saja langsung memilih gantungan kunci untuk oleh-olehnya. Kalo saya sih, langsung membeli semua varian coklat yang tersedia untuk camilan di rumah. Oya, semua produk yang dihasilkan diberi merk Madcho yang berarti singkatan dari Madiun Coklat.

cokelat bubuk



cokelat batang


Sebelum sampai di lokasi showcase yang berdekatan dengan meja kasir, sebenarnya terdapat sebuah ruangan yang digunakan untuk tempat produksi atau sebagai ruangan wisata edukasi. Sayangnya ketika saya berkunjung ke sana, ruangan itu tertutup. Mungkin karena tidak ada rombongan yang sedang melakukan wisata edukasi.



Di belakang meja kasir, terdapat sebuah tempat yang agak luas dibandingkan dengan yang lain. Terdapat beberapa set table round, dan bagian belakang bisa dipasang spanduk jika diperlukan. Sepertinya tempat ini masih menjadi lokasi rangkaian wisata edukasi.

Fasilitas yang ada di tempat ini adalah mushola, dan toilet serta gazebo yang tertata rapi untuk tempat duduk pengunjung. Asllan memilih gazebo yang paling ujung dimana gazebo ini dekat dengan toilet dan mushola. Pinter juga pilihannya….

Rumah Coklat Bodag ini juga menyediakan camilan, makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau. Karena bukan jam makan siang, maka kami hanya pesan camilan saja yaitu kentang goreng dan minuman cokelat hangat. Sesederhana itu tapi terasa nyaman dengan suasana di Rumah Coklat Bodag yang sejuk.



Oya, kami berkunjung ke sana di Bulan Januari 2022. Jadi dokumentasi yang ada adalah kondisi pada saat itu. Mungkin ada yang sudah berkunjung ke sana setelah Bulan Januari 2022? Bisa sharing bagaimana kondisinya sekarang ya….

Monday, 22 August 2022

Cerita Tentang Anak Ebe Generasi Kedua

   


Ketika mendapatkan berita ini, sebenarnya saya bimbang harus senang atau sedih. Bermula ketika perut Ebe terlihat semakin membesar. Saya tidak berfikir bahwa Ebe hamil, justru yang ditakutkan adalah Ebe kambuh gangguan saluran kencingnya.

    Akhirnya untuk memastikan kondisi Ebe, saya membawanya ke dokter. Menurut dokter, kandung kemih Ebe normal tidak ada penumpukan cairan/urine di dalamnya. Dokter curiga bahwa Ebe hamil. Kemudian dilakukan USG kepada Ebe. Dan ternyata benar, Ebe hamil. Yang terlihat ada 4 kepala bayi kucing di dalam perut Ebe dengan HPL (Hari Perkiraan Lahir) antara tanggal 20 - 23 Juli 2022.

    Disitulah saya bimbang. Karena yang diharapkan untuk hamil adalah Muti yang kawin dengan Bajo, tapi ternyata malah Ebe yang hamil dengan janin paling sedikit 4 ekor di dalam perutnya. Yang membuat agak senang adalah ingat bahwa pernah melepas Ebe dan Miko selama setengah hari. Padahal mereka belum ada yang steril. Jadi kalopun Ebe hamil berarti anaknya Miko. Semoga hasilnya ganteng dan cantik.

    Akhirnya pada tanggal 26 Juli 2022, pukul 03.00 WIB (dini hari) Ebe melahirkan 6 ekor anaknya (sama seperti lahiran generasi Grey dkk yang berjumlah 6 ekor). Kali ini Ebe melahirkan 3 ekor berwarna putih solid (sama seperti Miko), satu ekor cokelat seperti Ebe, satu ekor berwarna putih orange, dan satu ekor berwarna hitam putih. Hanya saja satu ekor berwarna putih ditemukan mati di atas kandang Big dan satu ekor berwarna cokelat ditemukan mati di bawah kandang Grey. Tinggal empat ekor anak Ebe yang terselamatkan. Kondisinya masih merah, mata belum terbuka, telinga dan jari jari kaki yang masih merah.

    Sayangnya pada tanggal 27 Juli 2022 pagi, salah satu anak Ebe yang berwarna putih mati. Sehingga anak Ebe tinggal 3 ekor saja. Anak yang berwarna putih solid diberi nama Kukut, Yang orange putih dinamai Orput, dan yang hitam putih kita panggil dengan Ucel. Pada siang harinya Ebe memindahkan anaknya ke bawah kandangnya TJ. Saat ini kondisi anak – anak Ebe sudah tumbuh bulu di bagian telinganya meskipun tinggi telinga masih di bawah kepala.

Makin hari trio anak Ebe generasi kedua terlihat semakin gendut. Perutnya terlihat berisi dan sering menyusu ke Ebe. Sayangnya hal itu hanya berlangsung beberapa hari saja. Pada tanggal 29 Juli 2022, Kukut ditemukan mati di bawah kandang Big dengan kondisi kaki kanan belakang hilang. Saya katakan hilang karena terlihat patah/pothel namun tidak ditemukan bekas potongan kakinya. Entahlah ada dimana potongan kaki itu. Apakah dimakan sendiri oleh Ebe?

    Setelah Kukut mati, hari berikutnya yaitu Sabtu, 30 juli 2022 Ucel mulai terlihat lemas dengan nafas yang makin jarang. Dan benar saja, satu jam setelah melihat kondisinya, Ucel ditemukan mati. Memang sejak kematian Kukut, Ebe terlihat mulai malas mendekati Ucel. Bahkan ketika Ucel didekatkan dengan tujuan agar menyusu ke Ebe, namun Ebe membiarkannya. Hanya Orput yang masih disusuinya.

    Keesokan harinya (Minggu, 31 Juli 2022) kondisi Orput sama seperti Ucel. Sudah terlihat lemas dengan nafas yang mulai melemah. Ebe juga seakan tidak mau menyusuinya lagi. Dan benar saja, Orput mati tak lama kemudian.

Jadilah tidak ada anak Ebe generasi kedua yang bisa hidup. Semuanya mati satu per satu. Sudah saya ikhlaskan semuanya. Yang penting Ebe sehat dan tidak terlalu stress mencari anak-anaknya. 

Monday, 1 August 2022

Bajo, Bengal Untuk Temannya Muti

 


    Setelah Muti hadir di rumah, rasa tidak percaya bahwa bisa hadir seekor kucing Bengal di rumah masih terus saja bersemayam di hati. Bangga dan bahagia pastinya. Tak henti-hentinya bersyukur atas nikmat Allah tersebut. Jalan yang ditunjukkanpun sungguh tidak terduga sama sekali.

    Ternyata tidak berhenti sampai di situ saja. Dua hari setelah Muti sampai di rumah, datanglah seekor kucing Bengal Jantan pada tanggal 15 April 2021. Dengan DOB 26 Januari 2021 dan berwarna spotted silver bernama Bajo. Alhamdulillah ya Allah… sungguh tidak menyangka sama sekali, ada sepasang kucing Bengal dengan warna yang berbeda ada di rumah kami.

    Sama seperti akan mengambil Muti di stasiun, kali ini Bajo sampai di Madiun pada malam hari selepas isya menggunakan ekspedisi KALOG. Bajo telah melakukan perjalanan dari Sidoarjo ke Madiun. Sebenarnya lebih dekat daripada Muti, namun menunggu jadwal kereta yang mengangkutnya, sehingga baru pada malam hari Bajo sampai di Madiun.

    Sempat khawatir karena suara Bajo tidak sekuat dan tidak sekencang Muti. Setelah selesai mengurus administrasi, Bajo langsung kami bawa pulang dan langsung dikeluarkan dari keranjang plastik (bentuknya seperti tempat buah di kios buah). Tidak seperti Muti yang langsung aktif berlarian, Bajo terlihat agak sedikit bingung dan lemas. Namun setelah minum, Bajo mulai mengeksplore tempat barunya.

    Meskipun sama-sama ras Bengal, namun Bajo beda karakter dengan Muti. Bajo lebih pendiam dan lebih manja. Tidak seagresif Muti dan tidak selincah Muti. Bajo memiliki badan yang sedikit gemuk, tidak seperti Muti yang gilig. Bajo ini setiap hari harus digendong dan dielus-elus baru bisa tidur dengan pulas. Sungguh menggemaskan memiliki kucing Bengal yang manja seperti Bajo.

    Sehat – sehat terus ya, Bajo. Kamu sungguh sangat berarti dan menjadi salah satu anugerah terindah bagi Bunda.

    Ig tentang Bajo ada di @mubaandthebengals

Tuesday, 26 July 2022

Muti, Bengal pertamaku

 


Sejak dulu saya dan suami jatuh cinta dengan kucing ras Bengal. Tapi lebih suka yang spotted meskipun yang marble tidak kalah kerennya. Tapi apa daya, butuh dana yang sangat amat banyak untuk mendapatkannya.

Hingga pada tanggal 13 April 2021 Allah memberikan rizky-Nya untuk mengirim seekor Bengal betina pada kami bernama Muti. Dengan corak spotted brown dan DOB 5 Februari 2021 datanglah dia ke rumah kami via ekspedisi KIB. Sangat deg-degan ketika perjalanan dari rumah ke stasiun. Takut terjadi apa-apa padanya mengingat usianya yang masih kecil dan harus menempuh perjalanan lumayan jauh (Malang – Madiun). Begitu sampai di halaman ekspedisi, ternyata banyak juga hewan yang baru sampai di Madiun. Ada kucing dan juga burung.

Mendengar suara ngeongnya yang masih lantang, saya sangat lega. Karena itu menandakan dia masih sehat dan kuat meski telah melakukan perjalanan panjangnya. Setelah menyelesaikan administrasi, Muti segera dibawa ke rumah.

Sesampainya di rumah, Muti segera dikeluarkan dari Pet cargo. Dan terlihatlah tangkah polahnya yang sangat aktif. Langsung lari – lari kecil mengenali lingkungan sekitar. Namanya masih bocah, segala yang ada di sekitarnya dijadikan mainan. Entah sandal jepit, entah pot bunga, entah tali rafia. Alhamdulillah lega melihat tingkah polahnya.

Sehat-sehat terus ya Muti…kamu amat berarti dan menjadi salah satu anugerah terindah bagi Bunda…

Ig tentang Muti ada di @mubaandthebengals

Tuesday, 12 July 2022

Condro, Kucing Abyssinian Yang Ganteng

  Mungkin kami dinilai terpercaya oleh para mantan pemilik anabul yang pernah mengadopsikannya kepada kami. Salah satunya adalah mantan pemilik Mpok Ceceng. Selain masih sering ketemu dan masih sering menanyakan bagaimana kabar Ceceng, ternyata beliau menawari seekor kucing jantan ras Abyssinian bernama Condro

    Dikarenakan kondisi Condro yang monochip, beliau menawarkan kepada kami. Kalau kami bersedia merawatnya maka akan dilepas kepada kami. Namun apabila kami tidak bersedia, maka akan dipelihara sendiri tidak ditawarkan kepada cat lovers lain.

    Wah, mendapat kepercayaan seperti itu, bersyukurlah kami. Dan kami bersedia merawat Condro. Condro ini sepertinya udah agak tua umurnya, sekitar 4-5 tahun di Bulan Mei 2021. Karena giginya sudah ada yang lepas. Selain itu suaranya khas, tidak bisa mengeong panjang. Meskipun semua itu tidak mengurangi kegagahannya. Akhirnya pada tanggal 15 Juli 2021 Condro resmi menjadi penghuni rumah kami.

    
Condro tidak disteril karena kondisinya yang monochip. Mungkin itu menjadi salah satu penyebab Condro terlihat berkuasa jika dilepas dari kandangnya. Heheheh… tua-tua keladi ya, Ndro…

Thursday, 7 July 2022

Cerita Tentang Miko

    


    Miko adalah kucing peliharaan pak bos. Sering kami berdiskusi tentang cara perawatan kucing. Karena pak bos ini sebenarnya senang kucing tapi agak takut kalo kena cakarnya. Hingga di Bulan Maret 2021, pak bos mendapat promosi yang harus meninggalkan kota Madiun. Maka saya ditawari untuk mengadopsi Miko.

    Alhamdulillah saya dipercaya dan akhirnya Miko menjadi salah satu anabul di rumah. Pada hari pertama datang, ternyata Miko yang terlihat manja dengan pak Bos bisa menjadi galak ketika sampai di rumah. Mungin karena tidak kenal dengan lingkungan dan belum terbiasa dengan orang lain. kebayang susahnya memasukkan Miko ke kandang yang sudah disiapkan.

    Akhirnya dengan segala cara, Miko berhasil masuk kandang. Dengan cara, pintu kedua kandang saling dipertemukan dalam kondisi terbuka. Alhamdulillah Miko mau masuk ke kandang barunya. Tapi jangan salah, untuk memberi makan Miko juga masih serem. Karena Miko selalu memajukan cakarnya sambil mengeong keras menunjukkan amarahnya.

    Tapi setelah satu minggu berlalu, terlihatnya kemanjaan Miko. Sama seperti ketika bersama pak bos. Alhamdulillah. Sehat-sehat ya, Miko…