Showing posts with label asi. Show all posts
Showing posts with label asi. Show all posts

Sunday, 28 May 2017

Lima Tips Menyusui di Bulan Puasa

Khawatir lemas dan ASI berkurang jika berpuasa? Kekhawatiran tersebut pasti muncul bagi ibu menyusui. Nah, tidak perlu risau akan hal itu, tulisan ini akan menjelaskannya.

Ibu menyusui sebenarnya tetap diwajibkan untuk berpuasa di Bulan Ramadhan. Hanya saja mendapat kemudahan untuk tidak berpuasa, namun tetap harus membayarnya kelak. Ingat bahwa ASI adalah hak anak dan puasa adalah ibadah. Harus dicermati dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakan keduanya.

Keputusan untuk berpuasa maupun tidak bagi ibu menyusui, membutuhkan pertimbangan khusus. Yang pertama adalah dengan konsultasi ke dokter. Dokter akan memeriksa kondisi ibu menyusui dan kecukupan gizinya. Selanjutnya dokter akan mengizinkan berpuasa atau tidak.

Pertimbangan berikutnya adalah usia bayi. Bayi yang masih berada pada fase ASI eksklusif (0-6 bln) belum mendapatkan tambahan makanan. Pada dua bulan pertama adalah fase penyesuaian baik bagi bayi maupun ibu untuk menemukan pola menyusui yang nyaman. Selain itu, bayi akan sering mengalami percepatan pertumbuhan yang membutuhkan ASI lebih banyak. Hal ini juga menjadi pertimbangan dalam memutuskan berpuasa atau tidak.

Apabila ibu menyusui memutuskan berpuasa, berikut adalah lima tips agar ASI tetap lancar:
1.         Berpikir positif
Ibu menyusui harus selalu berpikir positif dan dalam kondisi yang nyaman agar produksi ASI tetap terjaga. Yakinlah bahwa ASI cukup meski berpuasa. Ingatlah bahwa prinsip produksi ASI adalah on demand (sesuai permintaan). Semakin sering pengosongan payudara semakin banyak produksi ASI. Jadi tetaplah rutin menyusui langsung maupun memerah ASI.
2.        Cukup asupan gizi dan cairan
Gizi ibu menyusui yang sedang berpuasa tidak boleh kurang. Tetap makan besar dengan gizi lengkap dan seimbang sebanyak tiga kali yaitu saat berbuka, setelah sholat tarawih dan ketika sahur. Karbohidrat, protein, lemak dan serat harus selalu ada pada setiap menu makan, lho, Bun. Selain itu, Bunda sebaiknya memperbanyak konsumsi cairan baik air putih, susu, jus buah atau sayuran.
3.        Istirahat cukup
Bunda harus istirahat yang cukup dan jangan terlalu capek. Istirahat yang cukup akan meningkatkan produksi ASI. Selain itu badan terasa bugar dan tetap bisa beraktivitas bersama bayi.
4.        Perhatikan kondisi bayi
Kondisi bayi harus diperhatikan. Jika bayi menunjukkan gejala seperti berikut, segera hentikan puasa :
-          Frekuensi buang air kecil bayi kurang dari enam kali dalam 24 jam
-          Warna urine bayi mulai pekat
-        Bayi mengalami gejala dehidrasi seperti bibir kering, kulit tidak lentur, lemas, dan sebagainya
-          Bayi rewel dan gelisah
-          Bayi diare atau demam
5.        Perhatikan kondisi ibu menyusui
Jika Bunda mengalami gejala seperti berikut, jangan paksakan! Segera hentikan puasa, ya, Bun :
-          Merasa pusing dan berkunang-kunang meskipun setelah istirahat
-          Merasa sangat haus terutama setelah menyusui atau memerah ASI
-          Urine berwarna pekat dengan bau yang sangat tajam
Semoga tidak risau lagi untuk menentukan apakah akan menjalankan puasa atau tidak. Dan sekali lagi, jangan memaksakan diri. Ingat bahwa ibu menyusui, mendapat keringanan.

Selamat berpuasa!

Menu Sehat Ibu Hamil dan Menyusui Ketika Berpuasa

Ketika ibu hamil dan menyusui memilih untuk tetap berpuasa, perhatian selanjutnya adalah pilihan menu. Menu harus dipilih dengan cermat agar tetap bisa berpuasa dengan lancar. Kecukupan gizi seimbang menjadi kriteria yang wajib dipenuhi.

Gizi seimbang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan menyusui. Apa saja yang harus ada untuk mencapainya? Dalam setiap kali makan harus terdapat kriteria seperti di bawah ini :
1.        Karbohidrat kompleks
Karbohidrat diperlukan sebagai cadangan energi selama berpuasa. Alangkah lebih baik jika Bunda mengkonsumsi karbohidrat kompleks. Karbohidrat ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Sehingga rasa lapar akan datang terlambat.
Beberapa contoh karbohidrat kompleks adalah : beras merah, gandum, dan oat.
2.        Protein tinggi
Janin membutuhkan protein dalam jumlah besar untuk perkembangannya. Oleh karena itu, Bunda harus mengkonsumsi protein dalam jumlah tinggi. Protein hewani dan nabati sangat dianjurkan untuk dikonsumsi.
Protein hewani banyak terdapat pada susu, keju, telur, ikan salmon, dan daging. Sedangkan protein nabati banyak terdapat pada kacang-kacangan. Protein nabati bisa juga dipilih sebagai salah satu camilan sehat.
3.        Serat tinggi
Ibu hamil sering terkena konstipasi. Untuk mencegahnya, serta memperlancar pencernaan, sebaiknya Bunda mengkonsumsi serat tinggi. Serat tinggi banyak terdapat pada sayuran hijau dan buah.
4.        Lemak sehat
Lemak sehat adalah lemak yang tidak jenuh. Lemak ini berfungsi untuk pertumbuhan janin terutama pada perkembangan otaknya. Oleh karena itu, lemak sehat harus selalu ada dalam menu sehari-hari.
Lemak jenuh terdapat pada alpukat, minyak zaitun, serta ikan salmon.
5.        Cairan/minuman
Cairan dibutuhkan tubuh agar tidak dehidrasi. Untuk memenuhi kebutuhan cairan,  sebaiknya Bunda mengkonsumsi dari air putih, susu, jus buah atau sayuran.

Setelah mengetahui menu gizi seimbang, kini saatnya mengetahui beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan ketika berbuka dan sahur, antara lain :
1.        Konsumsi garam berlebih
Garam berakibat meningkatkan kebutuhan air dan meningkatkan resiko dehidrasi. Hal ini menyebabkan badan terasa lemas.
2.        Konsumsi santan dan pedas
Makanan dengan santan berlebihan mengandung lemak jenuh yang banyak sehingga menjadi tidak sehat. Makanan yang pedas menyebabkan pencernaan terluka karena pada saat puasa sistem pencernaan menjadi lebih sensitif.
3.        Menggoreng masakan dengan minyak sawit atau minyak sayur
Minyak sawit dan minyak sayur mengakibatkan kenaikan lemak jenuh. Apabila lemak jenuh tinggi menyebabkan kolesterol. Jika ingin menggoreng, Bunda sebaiknya menggunakan minyak zaitun.
4.        Konsumsi minuman berkafein
Minuman berkafein mengakibatkan sering buang air kecil. Sebaiknya Bunda menghindari kopi, teh, dan cokelat, ya.


Dengan terpenuhinya kandungan gizi seimbang serta menghindari hal yang tidak baik, pastinya ibu hamil dan menyusui dapat berpuasa dengan lancar. Selamat berpuasa!

Saturday, 2 May 2015

HOME VISIT AIMI (21 Januari 2013)

Sebenarnya sejak imun kemaren aku agak galau dengan kenaikan berat badan Asllan yang Cuma 6ons dari bulan sebelumnya. Selain melaksanakan saran dr. Nety untuk memompa ASI sebelum dinenenkan ke Asllan, aku juga minta pendapat dari para ibu menyusui yang tergabung dalam group di facebook maupun mailist. Segala macam masukan mulai dari nutrisi yang harus aku konsumsi (keju, kurma, sari kurma, daging, sayur dan buah), juga ada dugaan memang Asllan itu belum waktunya nenen dengan durasi yang lama...(tapi anak temenku yang umurnya sama dengan Asllan bisa nenen setengah sampai satu jam...). haduh...bingung aku...
Akhirnya aku mencari second opinion dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) cabang Yogya. Langkah pertamanya aku hanya berkonsultasi via email dengan Mbak Dianita/Dita. Di email tersebut aku sertakan pula data tumbuh kembang Asllan selama 2 bulan ini. Dan menurut mbak Dita ada beberapa kemungkinan kenapa pertambahan berat badan Asllan hanya 6 ons per bulannya. Kemungkinan pertama adalah faktor genetik. Kayaknya ada benernya juga neh...aku dan suamiku serta keluarga kami bukan tipikal gemuk, bahkan cenderung kurus.. Kemungkinan kedua adalah posisi menyusui (pelekatan) yang kurang sempurna. Nah...kayaknya ada benernya neh, karena aku sendiri tidak terlalu yakin dengan pelekatanku. Terkadang aku merasa nyaman saat menyusui Asllan, tapi kadang juga merasa gak nyaman. Hemmm...coba dibenerin dulu deh pelekatanku.
Aku masih merasa yakin dan terus positif thingking untuk bisa menambah berat badan Asllan. Sampai datanglah Bu Tina untuk memijit Asllan. Dan Asllan gak bisa menikmati pijitnya karena dia ngantuk. Bahkan dinenenin juga gak mau. Akhirnya aku dianjurkan untuk memompa biar hasilnya langsung bisa diminumkan ke Asllan pake dot!!!! TIDAAAAAKKKKK....aku gak mau!! Untungnya aku memang gak punya dot jadilah ASIP diberikan lewat sendok dan cup feeder. Karena sibuk memompa aku gak bisa melihat gimana reaksi Asllan ketika minum pake sendok atau cup feeder. Menurut info dari ibuku (beliau yang menyaksikan) Asllan sampai keselek dan mau muntah ketika disuapinL. Menurut Bu Tina, Asllan ini tipikal anak yang lebih suka beraktivitas atau tidur daripada minum. Jadi aku yang harus telaten untuk menyuapi ASIP. Tapi apa sampai seperti itu?? Agak heran juga aku, lebih tepatnya gak terima kalo Asllan sampai menjadi anak dengan tipikal seperti itu. Lagi – lagi aku menghubungi AIMI Yogya tapi kali ini aku minta untuk home visit.
Hari ini pukul 09.00 teng..datanglah konsultan laktasi dari AIMI yaitu mbak dita dan mbak sisca. Beliau melihat data perkembangan Asllan dan juga grow chart Asllan, juga melihat pelekatanku saat menyusui Asllan. Aku langsung cerita panjang lebar (lebih tepatnya curhat..J) dengan kondisi Asllan. Dan inilah hasil home visitnya:
1.         Asllan itu termasuk anak yang cenderung berpostur tinggi daripada gemuk
2.       Tipikal makan atau minumnya Asllan adalah sedikit tapi sering, jadi aku juga harus bersiap untuk MPASI Asllan kemungkinan juga gak bisa banyak dalam sekali makan.
3.       Aku termasuk ibu yang foremilknya lebih banyak daripada hindmilknya. Untuk menyiasatinya aku harus pompa asi sebelum dan sesudah nenenin. ASIP setelah nenen sebaiknya langsung diminumkan pake sendok atau cup feeder. (Asllan pinter lho minum pake cup feeder...J)
4.       Pelekatanku masih kurang tepat. Sudah dikoreksi yaitu tangan Asllan lebih baek ada di belakang badanku (seperti memeluk), badan Asllan seharusnya lebih miring dan kepala Asllan seharusnya lebih ke tengah (ada di bawah payudara).
5.       Pada saat menyusui aku diharuskan untuk diam berkonsentrasi terhadap Asllan dengan cara membelainya dan mengajak bicara untuk mengajaknya nenen yang banyak.
6.       Jika dalam satu hari dirasa nenennya Asllan kurang maka aku harus meningkatkan bonding dengan cara skin to skin dengan Asllan (kayak IMD gitu ....)
7.       Yakin dan percaya diri bahwa ASIku penuh, melimpah, Asllan minum banyak, sehat selalu dan kenaikan berat badannya bisa mencapai 1kg....AMIIINNNN.....
Pukul 11.30 WIB mbak dita n mbak sisca pulang. Kini saatnya aku mulai merubah tata caraku dalam menyusui Asllan. Pukul 13.00 WIB Asllan minta nenen dan aku meneneninya dengan perubahan pelekatan sesuai anjuran dari konselor laktasi tadi. Alhamdulillah Asllan bisa nenen selama 15 menit...!!!!J. Begitu juga dengan nenen pada pukul 15.30 dan 18.45 WIB masing – masing berlangsung selama 15 – 20 menit..J Mungkin bagi ibu yang bayinya bisa nenen selama 30 menit sd. Satu jam, durasi nenennya Asllan itu sangat sebentar ya, Tapi itu sudah sebuah kemajuan pesat untuk saya yang selama ini hanya melihat Asllan nenen selama 5 menit...L.

Semoga dengan adanya home visit dari AIMI Yogya ini Asllan bisa nenen lebih lama, lebih puas, dan lebih kenyang sesuai dengan umurnya... terima kasih AIMI...J

TIPS MENYIMPAN ASIP (19 Desember 2012)

Bangun di pagi ini payudara kiriku terasa kencang dan penuh karena semalam Asllan banyak nenen yang kanan. Segera setelah mandi aku pompa payudara kiri pake breastpump Unimom andalanku...(ya iyalah andalan, lha wong Cuma punya satu...J). Pemompaan Cuma berlangsung selama 10 menit dan menghasilkan 120ml. Selama ini Asllan gak pernah minum sebanyak itu dalam sekali periode minumnya. Jadilah 120ml ASIP tadi aku pisahkan menjadi dua bagian dan aku simpan dalam dua botol yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk menghemat asi yang terbuang jika anak kita gak bisa menghabiskan satu botol dalam sekali minumnya.
Nah, untuk para pembaca blog ini sebaiknya dalam menyimpan ASIP di dalam kulkas disesuiakan dengan kebiasaan minum si kecil ya...kalo si kecil sudah bisa minum banyak boleh deh kita simpan ASIP dalam satu botol agak banyak sesuai dengan volume minumnya. Tapi kalo si kecil masih belum bisa minum banyak sebaiknya penyimpanan ASIP dibagi menjadi beberapa botol untuk mengurangi volume ASIP yang terbuang.
Tips berikutnya adalah sediakan botol khusus untuk menghangatkan ASIP yang sudah dicairkan. Jadi sisa ASIP yang sudah dicairkan bisa masuk ke kulkas lagi untuk didinginkan dan diminumkan kemudian.


PERUBAHAN TEXTUR (18 Desember 2012)

Hari ini Asllan eek jam 02.00; 04.30 dan jam 11.00 WIB. Tapi kali ini tekstur eeknya dah mulai kentel kayak pasta gigi tapi lebih cair sedikit dengan warna yang masih sama seperti sebelumnya yaitu kuning cerah. Apakah ini awal mula pola eek Asllan dah berubah jarang alias gak tiap hari? Menurut kelas edukatif yang pernah aku ikuti bahwa bayi yang diberi ASIX dengan cukup dan usia < 28 hari akan BAB 2-5 kali sehari dengan tekstur encer bahkan ada bagian seperti biji. Setelah usia > 28 hari BAB akan semakin jarang bahkan bisa 3 – 14 hari sekali dengan tekstur yang lebih kental. Hal itu disebabkan ASI mudah dicerna sehingga membutuhkan waktu untuk menjadikannya ampas seiring kondisi usus dan saluran pencernaan yang makin sempurna.

Semoga memang inilah awal mula perubahan pola dan tekstur BABnya Asllan.

PRODUKSI ASI DIPENGARUHI KONDISI IBU

Ini pengalaman pribadiku...ceritanya, setelah mandi sore aku memerah ASI dan kali ini aku pake breastpump Unimom mezzo. Enak dipakenya, gak sakit. ASI juga lancar keluarnya. Lagi enak enak – enaknya memompa tiba – tiba mama datang ingin mengetahui seberapa banyak ASI yang dihasilkan kalo pake breastpump. Alhamdulillah gak jauh beda dengan teknik marmet. Pada saat mama datang aku sudah dapet 35ml. Mengetahui hal itu mama langsung berkomentar “coba ada dotnya, langsung aku kasih ke Asllan”. Dan....mendengar komentar mama seperti itu ASIku langsung mampet gak mau keluar. Karena aku dan suami adalah orang tua yang anti dot. Mending anak itu diajarin pake sendok atau cangkir untuk media minumnya àitu pemikiran kami. Namun aku coba tetap memompa di payudara yang sama (kanan) selama 5 menit lagi, dan tetap aja gak ada ASI yang menetes. Lantas aku coba pompa ASI dari payudara kiri, lumayan keluar tapi Cuma 5ml. Itu aja sudah ditambah adanya LDR saat aku coba membayangkan wajahnya Asllan. Tapi begitu lihat jam dan sudah pukul 17.40 ya otomatis kau hentikan kegiatan pompaku. Jadi total hasil pompaku Cuma 40 mlL

Hemm...ini adalah salah satu bukti nyata bahwa kelancaran produksi ASI itu sangat dipengaruhi oleh ketenangan batin sang Ibu...

Monday, 12 May 2014

Yang Khas dari Kalimantan Tengah

Kali ini ada beberapa informasi mengenai yang asli dari Kalimantan Tengah...Akan tetapi cerita ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi yang sangat minim. Jika ada pembaca blog yang lebih faham dan mempunyai pengalaman yang lebih silakan berikan komentar yang membangun ya...sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang bisa dipercaya...terima kasih...

Kita mulai info kita dengan Durian Lokal atau Durian Hutan.
Bentuk buah ini  100% mirip dengan durian pada umumnya. Hanya saja ukurannya yang cenderung lebih kecil. Dengan keliling ± 36 cm, dan diameter ± 11 cm. Karena penasaran saya meminta suami untuk membelinya dan tentu saja sambil cerewet bertanya ke penjualnya mengenai buah ini.  Kami beli dengan harga @ 10rb di kota Pangkalan Bun. Masyarakat di Kalteng pada umumnya menyebut buah ini dengan TOMPAS atau Buah Lai (mohon dikoreksi apabila terdapat kesalahan pada penulisan...J. Kulit luar buah ini  berbentuk seperti durian hanya saja durinya lebih lunak (tidak sekeras dan tidak setajam durian pada umumnya). Daging buahnya berwarna orange, tidak kuning pucat seperti durian pada umunya. Meski ada juga jenis durian yang daging buahnya berwarna orange. Ketika kita menciumnya, tidak ada aroma durian seperti biasanya. Bahkan ketika kita mencicipi daging buahnya terasa lebih liat, padat, dan tanpa alkohol. Rasa manisnya juga tidak terlalu kuat. Bolehlah untuk para penderita hipertensi sebagai obat kepengen durian...J. semoga foto di bawah ini bisa memperjelas bentuk Buah Lai....



Info selanjutnya adalah Buah Kapul
Buah ini berkulit kuning kecoklatan dengan diameter ± 8 cm, dan keliling ± 18cm. Kami menjumpainya di pedagang buah bundaran kayu Ulin Sampit. Segera saja kami membelinya dengan harga 10rb untuk satu ikat buah kapul. Kalo kita buka buah ini, pasti segera ingat dengan manggis. Ya...Buah Kapul ini memang mirip dengan manggis untuk letak buah di dalam kulitnya. Hanya saja warna daging buahnya orange. Untuk rasanya tidak semanis manggis, buah ini lebih asam dan ada sedikit manis. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada foto berikut....



Buah Blimbing Hutan
Buah yang kulit luarnya berwarna merah ini kami jumpai pada lokasi yang sama dengan buah kapul. Hanya saja harga buah ini Rp. 15.000,- untuk satu ikatnya. Buah ini mempunyai keliling sepanjang 13 cm dan panjang 6 cm. Rasa dari buah ini adalah segar, sedikit asam, dan sedikit manis...hehehe...bingung mendeskripsikannya...untuk penampakan bisa dilihat langsung pada foto ya...



Kelakai...

Kelakai ini jelas bukan termasuk buah – buahan. Mungkin sejenis rumput ya? Yang jelas kelakai ini bisa dimakan lho...tentunya setelah dimasak terlebih dahulu...A harga satu ikat kelakai ini adalah Rp. 2.000,-. Daun kelakai ini berwarna hijau kekuningan, dan ada sedikit warna merah keunguan. Daunnya agak mengkilap dan licin. Kelakai banyak tumbuh di sekitar parit di pinggir jalan. Biasanya kelakai ini berdekatan dengan pakis yang juga bisa diolah menjadi sayur gulai. Kelakai ini saya masak oseng-oseng. Dan hasilnya adalah....mirip seperti oseng – oseng kangkung. Bahkan tekstur daun kelakai yang sudah matang sangat mirip dengan kangkung. Kata penjualnya kelakai ini bisa meningkatkan produksi ASI...


Kiranya sekian dulu info dari bunda didot bercerita. Sekali lagi untuk pembaca blog yang mempunyai informasi yang lebih mengenai cerita di atas dipersilakan mengisi komentar di bawah. Mungkin ada yang bisa menambahkan nama latin dari masing – masing buah dan sayur di atas?

Saturday, 1 February 2014

GROWTH SPURT 1 (21 Nopember 2012)

Akhir – akhir ini udara di Yogya sangat panas. Makanya kalo siang Asllan aku gletakin di matras yang diletakin di Ruang tamu biar Asllan bisa kena angin.
Hari ini ternyata di kantor kelurahan depan rumah uti ada acara lomba kesehatan. Aku tau dari ibuku yang kebetulan ikut lomba tersebut karena ibuku adalah salah satu anggota dalam posyandu dan lansia di RW tempat tinggal uti. Selama ibuku mengikuti lomba tersebut otomatis Asllan hanya bersama aku dan papa. Nah, setelah mandi seperti biasa Asllan boknis di matrasnya. Tapi....berhubung dan karena ada acara lomba tersebut “meriahlah” kelurahan depan rumah. Lomba kesehatan itu dibuka dengan drumband dari TK Aba yang displaynya persis di depan halaman rumah uti!!!! Begitu perkusi bunyi langsung aja Asllan kaget sampai mengangkat tangannya dan nangis karena terbangun dari boknisnya...L dan parahnya lagi dia terus menangis tanpa mau bobok lagi meski udah digendong....LL dia malah maunya nenen terus... Agak bingung dan kasihan lihat Asllan, belum lagi kebayang ntar malam dia rewel kayak gini gak ya??? Haduuhhh.....gak usah rewel ya Nak....
Alhamdulillah, Asllan emang anak manis, baek n pinter...Dia tau bundanya sendirian kalo malam, jauh dari ayah, jadinya dia nurut aja bobok di kasur n gak minta gendongJ.
Saking penasarannya aku mengenai apa yang terjadi pada Asllan maka aku browsing n menemukan istilah Growth Spurt. Growth Spurt (GS) adalah fase dimana bayi mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini ditandai dengan bayi jadi lebih sering menyusu, lebih rewel dari biasanya sehingga ibu tidak bisa mengerjakan pekerjaan lain, dan mengalami pola tidur yang berubah. Bisa menjadi lebih sering tidur atau malah jadi susah untuk tidur dan lamanya tidur berkurang. GS ini paling awal terjdi pada usia 7-10 hari atau sekitar masuk minggu kedua. Kemudian 3 dan 6 minggu, lalu 3 dan 6 bulan. Selain ini ada juga waktu random dimana anak juga mengalami semacam GS dan ternyata ini berlangsung samoai usia remaja. GS bisa berlangsung antara 24 jam sampai 1 minggu. Bahkan ada seorang ibu yang anaknya mengalami GS sampai 2 minggu!!!...haaaa....!!!!ammmpuuunnn   dehhhh....L

Apa mungkin ini GS pertamanya Asllan ya??

Thursday, 16 January 2014

INDAHNYA BERBAGI (3 Nopember 2012)

Hari pertama buat Asllan ketika dia membuka mata dan berada di rumah uti untuk melakukan aktifitasnya....
Aktifitas pertamanya adalah mandi pagi. Namun yang namanya ibu baru harus mandiin anaknya yang juga baru lahir...haduhhh....ammmpuuunnn dehhh...LL maka dari itu untuk mandiin Asllan aku minta bantuan bidan dari RS dimana Asllan lahir. Bu Tinah namanya. Hemmm...Asllan masih takut air neh...pas dimandiin Bu Tinah Asllan langsung nangis keras, n tangisan itu mereda (belum berhenti lho...) pas Asllan masuk ke ember air angetnya..hehehe..JJ
Selain mandi, aktivitas Asllan yang laen adalah pipis, eek, nangis, bobok n nenen.. Nah, siang ini pas lagi nenenin Asllan aku ditelfon Bu Tinah untuk minta ASIku. Ada anak baru lahir di Bakti Ibu dengan kondisi prematur (usia 7 bulan), dan BB hanya 8,5 ons!!. otomatis masuk inkubator donk....L Dia dilahirkan karena ibunya terkena eklampsia (keracunan kehamilan) tensi tinggi 156/100.. Dan ternyata anak ini adalah anak dari pasien di samping kamarku pas melahirkan dulu (kunti 1). Kasihan banget ya kondisi anak ini.... Meski aku belum pernah memerah payudara baik dengan marmet maupun pompa tapi aku tetap bertekad untuk memerah ASIku dan membantu anak itu. Kuperahlah payudara kiriku (yang kanan selesai dinenen Asllan) dan hanya menghasilkan 5ml tapi cukuplah untuk anak yang baru lahir. Kapasitas lambung anak baru lahir kan hanya 5 sd. 7ml. Dengan amat ikhlas kubisikkan ke Asllan untuk berbagi ASI karena ada “adek” yang lebih membutuhkan.
Alhamdulliah di usia Asllan yang baru 3 hari dia sudah mau berbagi untuk sesamanya. Dan Alhamdulillah juga dalam keterbatasan ASIq yang belum melimpah (maklum masih ibu baru) namun sudah bisa didonorkan untuk yang membutuhkan.

Terima kasih ya Allah atas anugrah-Mu dan semoga ASIku yang tidak seberapa jumlahnya itu bisa bermanfaat untuk anak tadi..Amien....

Sunday, 12 January 2014

AMAZING....!!!! (1 Nopember 2012)

Ini adalah malam kedua Asllan bobo sama saya. Tentunya dengan posisi dia di sampingku dan suamiku ada di bed sebelah. Sebenarnya menurut info yang saya dapat, bayi baru lahir itu mempunyai cadangan makanan dari plasenta untuk 2 x 24 jam. Jadi dia mampu untuk bertahan hidup selama 2 x 24 jam meski tanpa asupan apapun. Jadi untuk ibu yang ASInya belum keluar setelah melahirkan tenang saja tidak perlu khawatir. Karena sebenarnya ASI yang merembes itu (namanya kolostrum) dan justru itulah cairan terpenting dari ASI yang sangat dibutuhkan bayi baru lahir.
Sejak sore setelah lahir (31 Okt 2012) Asllan sudah belajar menyusu dari payudaraku. Kebetulan ASIku sudah keluar sejak usia kehamilanku 8 bulan. Namanya bayi baru lahir, tentu saja Asllan masih belom bisa nenen (ngenyot). Dia hanya menjilati putingku. Aku bantu dia dengan cara memeras areola sehingga ASIku merembes keluar dan Asllan mulai menjilatinya.
Nah, di malam kedua ini sepertinya Asllan sudah mulai sedikit lapar. Kurang lebih pukul 02.00 WIB Asllan menolehkan kepalanya ke payudaraku dan berusaha mencari putingku. Memang tidak langsung bisa ketemu tapi pada akhirnya Asllan bisa menemukan putingku....

Subhanallah....rasanya....anak sekecil itu (baru umur 2hari) sudah membutuhkan aku untuk kelangsungan hidupnya. Meski usaha yang dia punya hanya sebatas menemukan puting dan selanjutnya dia tetap membutuhkan aku untuk merembeskan ASI yang bisa dia jilat. Malam ini pula Asllan belajar ngenyot dengan mau membuka mulut lebar – lebar untuk mempersilakan putingku masuk ke mulutnya...