Thursday 23 December 2021

Cerita Tentang Bufi

        Bufi adalah salah kucing yang memang saya inginkan. Kucing yang berwarna hitam pekat. Dia saya peroleh dari sekitar rumah kontrakan dulu. Seneng banget ketika bisa memiliki Bufi. Badannya besar, gagah, dan jantan. Memang sudah terlihat tua karena ada bulu yang berwarna merah alias sudah tidak hitam pekat lagi.



Bufi nyampai di rumah sekitar semester 2 tahun 2020. Sekitar setelah Bulan Juni dan sebelum Bulan Oktober 2020. Dia adalah kucing yang gak neko-neko. Suaranya cenderung kecil dibandingkan dengan kucing yang lain.

Melihat kondisinya, sepertinya Bufi adalah kucing yang pernah dipelihara, karena dia tidak takut dengan orang. Hanya saja bulunya sangat kotor. Pada bagian punggung seperti ada ketombe di kulitnya. Setelah tenang berada di rumah, kemudian Bufi dimandikan. Lucunya bulunya terlihat kriwil ketika basah. Selain itu memang bodynya terlihat gagah. Namun, Bufi terlihat malas untuk menjilati bulunya setelah mandi, tidak seperti kucing lainnya. Setelah tiga kali dimandikan, kulit dan bulu Bufi terlihat lebih lembut dan bersih. Makin gantenglah dia…



Ada tingkah Bufi yang menjadi ciri khasnya. Yaitu duduk bersandar di dinding kandangnya layaknya orang pada umunya. Terkadang sambil jilatin perutnya, bahkan pernah juga sampai tertidur dengan posisi yang belum berubah.

Namun semua kondisi tersebut telah berubah. Bermula sejak tanggal 11 Desember 2021, Bufi mulai bersin-bersin. Awalnya dikira Bufi akan terserang flu, karena kucing yang lain sudah sembuh dari Flu yang menyerang. Bufi mulai senang tidur di litter boxnya, dan nafsu makannya berkurang. Bahkan tidak mau makan sama sekali. Dia juga muntah yang berbentuk buih dan berwarna putih kuning. Agak panik karena teringat panleukopenia yang menghantui. Maka dibawalah Bufi ke dokter hewan langganan (pada tanggal 13 Desember 2021).

Dokter memeriksa kondisi Bufi setelah mendengar penjelasan tentang kondisi Bufi. Ternyata kandung kemihnya penuh dengan urine. Kemungkinan Bufi tidak bisa BAK sehingga perutnya tidak nyaman karena kandung kemihnya penuh. Perut yang tidak nyaman itulah yang menjadi penyebab menurunnya nafsu makan Bufi. Hal itu membuat asam lambungnya meningkat dan muntah.

Penanganannya adalah mengosongkan kandung kemih dengan cara pasang kateter dan harus rawat inap. Malam yang sama saya mendapat kabar dari dokter bahwa hasil dari pengeluaran urine via kateter adalah terdapat darah pada urinenya atau diagnosanya adalah FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) atau gangguan saluran kencing bagian bawah.

Bufi manjalani rawat inap selama tiga hari dua malam. Kemudian dilanjut dengan perawatan di rumah antara lain ganti pakan yang khusus urinary itupun pakan yang wetfood. Makan pertama di rumah (setelah pulang dari opname), dia masih mau makan sendiri. Hal itu merupakan perkembangan yang bagus dong. Namun ternyata keesokan harinya Bufi tidak mau makan sendiri, harus menggunakan spet untuk memasukkan makanan ke mulutnya. Di samping itu dia sudah bisa BAK dengan lancar. Hanya saja daerah sekitar kemaluannya menjadi basah terus menerus karena Bufi tidak menjilatinya. Harus dikeringkan pake tisu, meski tidak akan sekering ketika dijilati oleh Bufi.

Hingga akhirnya satu minggu kemudian Bufi tidak bisa mengontrol BAK. Dia BAK tidak di litterbox tp di sembarang tempat seperti mengompol. Selain itu aera kemaluannya mulai muncul decubitus. Setelah dibawa ke dokter, penjelasannya adalah perkembangan yang bagus. Hanya saja harus memperhatikan decubitusnya agar tidak merembet dan bertambah lebar. Dianjurkan untuk diberi bedak Mycorine yang dibeli di apotek dan juga salep dari dokter hewan tersebut. Pulang dari dokter, saya langsung beli bedak baru kemudian pulang. Selama perjalanan Bufi sudah mulai mengeong. Senang rasanya mendengar suaranya lagi. Pukul 22.30 di area kemaluannya yang terkena decubitus ditaburi bedak yang sudah dibeli.



Namun hari ini, Kamis 23 Desember 2021 Bufi sudah sembuh. Dia tidak sakit lagi. Pada saat akan diberi makan dia sudah tidak bergerak di dalam kandangnya. Ya, Bufi telah pergi dan sudah tidak merasakan sakit lagi.

 

Makasih Bufi

Engkau telah hadir di rumah sebagai salah satu kucing keinginan Bunda

Maafin kami yang belum bisa memberikan yang terbaik untukmu

Selamat jalan Bufi….

Tuesday 21 December 2021

Tidur Yang Terjaga Dalam Yoga

 *tulisan ini dimuat di Harian Surya, tanggal 21 Oktober 2021



             Siapa yang tidak mengenal Yoga? Olahraga yang semakin meroket beberapa waktu belakangan. Yoga digemari oleh kalangan luas mulai anak-anak, hingga dewasa bahkan lansia karena manfaatnya yang banyak. Beberapa manfaat dari yoga antara lain : merilekskan badan, meningkatkan konsentrasi, dan memperbaiki postur tubuh. Yang lebih menyenangkan lagi adalah yoga bisa dilakukan secara indoor maupun outdoor tergantung kebutuhan.

            Sanggar Yoga Lotus Madiun yang beralamatkan di Jalan Salak Barat II kota Madiun telah mengadakan kegiatan Yoga Outdoor di Syam Resto Caping Gunung, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun pada hari Minggu, 10 Oktober 2021. Kegiatan ini diikuti oleh anggota sanggar sejumlah 40 orang. Instruktur pada kesempatan kali ini adalah Lisa Anggraini (sekaligus owner sanggar) dan Media.

            Kegiatan yoga outdoor dilaksanakan selama 120 menit mulai pukul 07.00 WIB. Diawali dengan Yoga Asthanga oleh Media sebagai instruktur. Yoga Asthanga ini dilakukan tanpa jeda dengan gerakan yang bisa membuat tubuh berkeringat. Beberapa gerakan pada sesi ini adalah warior satu dan dua, juga gerakan cobra.

            Setelah Yoga Asthanga selesai, sesi berikutnya adalah Yoga Nidra oleh Lisa Anggraini sebagai instruktur. Yoga Nidra adalah relaksasi mendalam atau kondisi tidur yang tetap sadar. Jadi gerakan pada sesi ini dilakukan sepenuhnya dengan posisi terlentang seperti orang tidur. Urutan Yoga Nidra dimulai dari mengatur nafas, dan membiarkan nafas berjalan dengan sendirinya. Kemudian dilanjutkan dengan rotasi kesadaran seluruh anggota tubuh, dan visualisasi.

            Meskipun disebut dengan kondisi tidur yang tetap sadar, namun ada peserta yang tertidur pulas bahkan mendengkur halus pada sesi Yoga Nidra. Menurut Lisa, hal itu disebabkan oleh tubuh yang menjadi rileks mendalam baik secara fisik maupun pikiran.

Diharapkan setelah selesai melakukan yoga, tubuh menjadi lebih bugar dan lebih fresh. Ditambah dengan dress code warna pink yang dipilih pada kesempatan kali ini yang membuat peserta yoga outdoor lebih ceria.