Wednesday, 8 January 2014

Saat HPL tiba

30 Oktober 2012
Inilah HPL yang disampaikan oleh Prof. Anwar...namun sampai malam ini ketika saya melakukan periksa kehamilan tanda – tanda kelahiran belum muncul juga. Bahkan kepala janin juga tetap belum masuk rongga panggul ibu. “Ya Allah...ada apa ini? Mudahkanlah hamba dan anak hamba dalam proses persalinan nantinya Ya Allah...”
Pada pemeriksaan kali ini dilakukanlah yang disebut “periksa dalam”. Saya dibawa ke ruang persalinan, dan ditidurkan di tempat yang digunakan ibu dalam proses persalinan. Hal ini dimaksudkan agar kita familiar dengan ruang bersalin yang nantinya akan dipergunakan pada proses persalinan. Tak lama kemudian datanglah seorang perawat yang dengan santun dan ramah mempersilakan saya untuk membuka celana dan (maaf) celana dalam. Kemudian beliau mengambil kapas yang telah dibasahi cairan (entah alkohol atau cairan kimia yang lain) untuk dimasukkan ke dalam vagina sehingga bisa diketahui perkembangan pembukaan mulut rahim. Namun hasilnya adalah belum ada pembukaan mulut rahim sama sekali, hanya saja kondisi mulut rahim sudah tidak tebal. Menurut si perawat kemungkinan pembukaan mulut rahim akan terjadi besok pagi atau bahkan besok malam. Artinya masih ada waktu sekitar satu hari lagi. Akan tetapi saya juga harus waspada apabila tiba – tiba lendir darah sudah keluar. Lendir darah ini adalah penebalan mulut rahim. Jika lendir darah sudah muncul/keluar itu tandanya mulut rahim sudah mulai luruh dan biasanya diikuti dengan pembukaan mulut rahim yang disertai dengan adanya kontraksi. Jika hal itu terjadi maka saya disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit untuk mengetahui sudah masuk ke pembukaan berapa sehingga bisa ditentukan tindakan selanjutnya.

Ok suster...siap...dimengerti dan dilaksanakan...heheheCJ

satu minggu menjelang HPL

24 Oktober 2012
Mulai periksa kehamilan yang terakhir hingga HPL tiba pemeriksaan dilakukan satu minggu sekali. Hal itu dimaksudkan untuk berjaga-jaga andai terjadi kelahiran yang tidak terduga. Malam ini saatnya saya periksa kehamilan lagi. Posisi janin masih normal dan tetap belum masuk rongga panggul. Namun dalam kurun waktu satu minggu ini saya telah mengalami kontraksi palsu selama tiga kali. Saya bisa merasakan kontraksi tersebut karena rasanya mirip dengan nyeri haid yang selama ini saya rasakan. Namun Alhamdulillah tidak ada lagi flek merah.

Untuk mempersiapkan mental, saya jadi rajin browsing, baca buku ataupun literatur mengenai persalinan. Dari situlah saya bisa memastikan bahwa yang saya rasakan adalah kontraksi palsu. Semoga HPL dari Prof. Anwar tidak meleset dan persalinan dapat terjadi dengan mudah dan lancar. Meskipun dari semua HPL hanya sekian persen saja yang tepat, namun harapan akan selalu ada kan?

dua minggu sebelum HPL

18 Oktober 2012
Dua belas hari menjelang HPL (Hari Perkiraan Lahir) tanggal 30 Oktober 2012. Saatnya periksa kehamilan lagi. Kondisi masih sama seperti periksa sebelumnya. Pemeriksaan denyut nadi menggunakan doppler dengan hasil normal, posisi janin normal namun belum masuk rongga panggul. Sekali lagi prof. Anwar mengingatkan aku untuk semakin siap menghadapi persalinan yang kapan saja bisa terjadi. Dengan kata lain selain fisik, phsikis juga perlu dipersiapkan lho....

Obat yang diberikan kali ini adalah  neurosanbe dan ferofort.


Kepala janin belum masuk rongga panggul ibu

11 September 2012
Jadwal periksa kehamilan lagi neh...ternyata malam ini prof. Anwar sedang ada acara, jadi yang menggantikan beliau adalah dr. Annisa. Dokter Annisa ini sangat keibuan, dengan sabar dan telaten beliau memeriksa kehamilan saya menggunakan doppler. Alhamdulillah denyut jantung normal, posisi janin juga normal. Tapi yang agak sedikir mengkhawatirkan saya adalah kepala janin belum masuk panggul. Hemm...L

Sekarang tinggal kita yang terus berusaha agar kepala janin segera masuk rongga panggul. Dengan cara sering nungging, senam hamil secara rutin setiap hari. Namun ketika pada saatnya bayi lahir namun posisi kepala tetap belum masuk rongga panggul ya ikhlaskan saja. Dokter pasti tahu jalan keluar terbaiknya. Apakah tetap bisa bersalin normal, ataukah normal dengan tindakan, atau bahkan caesar. Yang penting bayi lahir dengan selamat, bayi dan ibunya juga sehat...aminn...

Ketika flek melanda ibu hamil

27 September 2012
Jadwalnya periksa kehamilan lagi neh...”yuk nak, kita berangkat ketemu prof Anwar ya...”. Sebenarnya ada rasa takut ketika saya akan berangkat menuju rumah sakit bakti ibu kali ini. Ketegangan ini berhubungan dengan kejadian yang baru saja saya alami ketika selesai sholat Maghrib petang ini yaitu keluarnya flek merah di (maaf) celana dalam saya. Terkejut bukan kepalang saya saat mengetahuinya. Ada apa? Bagaimana dengan keadaan si kecil di perutku? Akhirnya dengan segera saya berangkat ke Rumah Sakit dan menceritakan kejadian itu kepada Prof. Anwar yang memeriksaku. Dengan seksama beliau mendengarkan saya dan kemudian diperiksalah saya. Pemeriksaan kali ini tidak dengan USG tapi menggunakan alat yang bernama doppler. Alat ini untuk mendengarkan denyut jantung si kecil melalui perut ibu. Alhamdulillah denyut jantung si kecil normal. Menurut Prof. Anwar flek yang saya alami bisa jadi karena saya terlalu capek atau sedang banyak pikiran mengingat kondisi si kecil tidak perlu dikhawatirkan (dalam artian bukan disebabkan kelainan si kecil). Beliau berpesan agar saya banyak istirahat dan tidak boleh stress. Pikirkan saja sebentar lagi si kecil akan lahir...

Huffttt...lega juga mendengar penjelasan dari beliau JC. Ok deh prof...akan saya perhatikan saran beliau.. Nah, ini neh obat yang beliau kasih untuk saya : ferofort, caloma plus, osfit DHA. Beginilah kemasannya..


Monday, 6 January 2014

Suntik tetanus pada ibu hamil

14 September 2012
Saatnya periksa kehamilan lagi...”yuk nak, kita ketemu ama prof Anwar lagi ya...” Alhamdulillah setelah diperiksa prof Anwar calon babyku dinyatakan sehat oleh beliau. Pemeriksaan kali ini masih menggunakan USG sehingga bisa diketahui berat badan janin yaitu 1.179 gr. Dan yang lebih melegakan adalah posisi yang masih tetap alias tidak berubah meski dua minggu yang lalu aku sempat terjatuh tanpa sengaja. (orang Jawa bilang sih “kedengkling”). Eits...jatuhnya juga bukan yang parah sekali lho...

Hemm...sebenarnya pemeriksaan kali ini bukan pemeriksaan yang membuat saya senang. Karena pada pemeriksaan ini saya harus menjalani suntik tetanus ibu hamil...hiks...hiks..L L tapi itu semua demi calon anakku dan kebaikanku juga kan?....

Friday, 3 January 2014

Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Sudah sedikit lega ketika saya telah menemukan rumah sakit bersalin yang juga menyediakan senam hamil di kota jogja ini. Sepertinya sekarang saatnya belanja perlengkapan bayi neh...beberapa waktu lalu sudah melaksanakan upacara mitoni kan? Jadi boleh dong sekarang mulai belanja....AJ
Berhubung suami masih di Kalimantan maka kegiatan belanja ini saya merayu mama tercinta untuk menemani...
Seperti pada kegiatan senam hamil, belanja kali inipun mama hanya membonceng motor saya. Dengan kata lain sayalah yang mengendarai sepeda motor...dan inilah hasil belanjaannya...(akumulasi belanja lho ya...bukan dalam satu kali belanja...hehehe)
1.    Alas ompol (2 lusin) à saya memilih tidak menggunakan popok sekali pakai
2.    Popok kain (2 lusin)
3.    Baju buntung (1/2 lusin)
4.    Baju lengan pendek (1/2 lusin)
5.    Baju lengan panjang (1/2 lusin)
6.    Celana panjang (3 buah)
7.    Celana panjang tutup kaki (3 buah)
8.    Setelan tanpa lengan, lengan pendek, lengan panjang (masing – masing 1 setel)
9.    Bedong (1/2 lusin)
10. Bantal guling (2 set)
11. Kaos tangan + kaki (1/2 lusin)
12. Waslap mandi (3 buah)
13. Waslap cebok (3 buah)
14. Topi (3 buah)
15. Hanger bulat (3 buah)
16. Ember mandi (1 buah)
17. Ember cebok (1 buah)
18. Ember bertutup (untuk tempat baju kotor) à 1 buah
19. Potongan kuku + sisir (masing – masing 1 buah)
20. Perlak air (1 buah)
21. Perlak meteran (2 meter)
22. Kojong (1 buah)
23. Gurita (1 lusin) à ternyata hanya terpakai 2 buah
24. Handuk bayi (2 buah)
25. Selimut bertutup (3 buah)
26. Jarik gendong (1 buah)
27. Gendongan (1 buah)
28. Baby wrap (2 buah)
29. Korset ibu (1 buah)
30. Gurita ibu (3 buah)
31. Pembalut nifas (1 paks)
32. Breast pad washable (6 pasang)
33. Kosmetik bayi (Sabun mandi à usahakan yang bisa digunakan sebagai samphoo dan tidak pedih di mata, baby oil, baby cologne, hair lotion, minyak telon)

Wah...ternyata lumayan banyak ya perlengkapan bayi baru lahir ini, apalagi anak pertama...pastinya semangat sekali untuk melengkapinya....

Note : jumlah dan jenis perlengkapan bayi baru lahir tersebut tidak mutlak. Semua disesuaikan dengan kondisi masing – masing ya...itu hanya pengalaman saya dan sekali lagi tidak bermaksud menggurui...A